SurabayaPagi, Surabaya – Jawa Timur kembali menjadi salah satu pasar penting industri otomotif nasional. Hingga April 2026, penjualan mobil di provinsi ini mencapai 25.228 unit atau sekitar 9,1 persen dari total penjualan nasional.
Besarnya potensi pasar tersebut menjadi salah satu alasan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) kembali digelar di Surabaya pada 26–30 Agustus 2026.
Pameran otomotif tersebut berlangsung di Grand City Surabaya dengan area yang diperluas dan jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan GIIAS Surabaya.
Sekretaris Umum GAIKINDO Kukuh Kumara mengatakan Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam struktur pasar kendaraan nasional.
“Jawa Timur memiliki peran yang sangat penting bagi penjualan kendaraan nasional,” ujar Kukuh saat konferensi pers di Surabaya, Rabu (19/8/2026).
Data penjualan hingga April 2026 menempatkan Jawa Timur di posisi ketiga nasional. Kontribusi sekitar 9,1 persen tersebut menunjukkan besarnya aktivitas ekonomi otomotif di wilayah ini, baik dari sisi penjualan kendaraan maupun ekosistem usaha yang mengikutinya.
Potensi tersebut juga terlihat dari jumlah kendaraan yang telah beroperasi di Jawa Timur.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperbarui 23 Februari 2026, populasi mobil penumpang di Jawa Timur mencapai sekitar 5,58 juta unit.
Besarnya populasi kendaraan sekaligus menunjukkan adanya pasar yang luas untuk penjualan kendaraan baru, pembiayaan otomotif, perawatan, suku cadang, hingga berbagai layanan pendukung lainnya.
GIIAS Surabaya 2026 akan diikuti 37 merek kendaraan dari berbagai segmen. Penyelenggara menambah satu area pameran untuk mengakomodasi jumlah peserta dan aktivitas selama pameran.
Dari kategori kendaraan penumpang terdapat 26 merek, yakni BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, GWM, Honda, Hyundai, iCAR, Jaecoo, Jeep, Jetour, KIA, Leap Motor, Lepas, Mazda, Mitsubishi Motors, Polytron, Suzuki, Toyota, VinFast, Wuling, dan X-PENG.
Segmen kendaraan komersial diwakili Foton. Sementara kategori sepeda motor diikuti 10 merek, yaitu Aprilia, Kuprum, Moto Guzzi, Piaggio, Polytron, QJ Motor, Royal Enfield, Scomadi, Triumph, dan Vespa.
Tahun ini terdapat 14 merek baru maupun merek yang kembali berpartisipasi di GIIAS Surabaya. Selain merek kendaraan, pameran juga melibatkan 25 merek dari sektor industri pendukung otomotif.
Bertambahnya peserta menunjukkan pasar Surabaya dan Jawa Timur masih menjadi wilayah yang diperhitungkan produsen kendaraan.
Bagi industri, pameran tidak hanya menjadi tempat memperkenalkan produk, tetapi juga menjadi sarana bertemu calon konsumen dan memperluas jaringan bisnis.
Sejumlah kendaraan dan teknologi yang ditampilkan di Surabaya merupakan produk terbaru yang sebelumnya diperkenalkan dalam GIIAS 2026 di BSD, Tangerang.
Kehadiran produk tersebut memberi kesempatan bagi konsumen Jawa Timur untuk melihat langsung perkembangan teknologi otomotif, termasuk pilihan kendaraan dari berbagai merek dan segmen.
Bagi konsumen, bertambahnya pilihan kendaraan juga memperluas alternatif berdasarkan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Sementara bagi industri, persaingan antarmerek dapat mendorong inovasi produk dan layanan untuk mempertahankan pangsa pasar.
GIIAS Surabaya merupakan bagian dari GIIAS The Series 2026 setelah penyelenggaraan di BSD pada 30 Juli–9 Agustus 2026.
Surabaya menjadi salah satu kota yang secara konsisten masuk dalam agenda pameran otomotif nasional tersebut selama satu dekade terakhir.
Setelah Surabaya, GIIAS The Series 2026 dijadwalkan berlanjut ke Bandung pada 9–13 September, Semarang pada 30 September–4 Oktober, dan Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026.
Rangkaian tersebut kemudian diperluas melalui GIIAS Bali yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Januari 2027.
Dengan posisi Jawa Timur sebagai kontributor sekitar 9,1 persen penjualan mobil nasional hingga April 2026, Surabaya menjadi salah satu titik penting bagi produsen untuk mempertahankan sekaligus memperluas pasar kendaraan di luar Jabodetabek.
Besarnya populasi kendaraan, aktivitas ekonomi, dan jaringan industri pendukung membuat pasar Jawa Timur tidak hanya penting bagi penjualan kendaraan, tetapi juga bagi keberlangsungan rantai ekonomi otomotif dari pembiayaan hingga layanan purnajual.
Editor : Redaksi