‎Mentirakati Indonesia, Mahasiswa Madiun Kenang Setahun Tragedi Agustus

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aksi simbolis Aliansi BEM Madiun bertajuk Mentirakati Indonesia
Aksi simbolis Aliansi BEM Madiun bertajuk Mentirakati Indonesia

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Madiun menggelar aksi simbolis bertajuk “Mentirakati Indonesia” di Madiun, Jumat (28/8/2026).

‎Aksi tersebut menjadi ruang refleksi mahasiswa atas berbagai peristiwa dan gelombang aksi yang terjadi pada Agustus hingga September tahun lalu, yang menelan sejumlah korban.

‎Sebelum aksi simbolis, massa menyampaikan aspirasi melalui mimbar bebas. Berbagai keresahan terkait kondisi bangsa, isu nasional hingga persoalan lokal turut disuarakan.

‎Salah satunya menyangkut kesejahteraan guru dan pendidik yang dinilai hingga kini belum terealisasi.

‎Aksi juga menjadi momentum mengenang satu tahun meninggalnya Affan Kurniawan, yang disebut meninggal pada 28 Agustus tahun lalu.

‎Perwakilan mahasiswa, Maikel, mengatakan aksi tersebut tidak sekadar menyampaikan kritik, tetapi juga menjadi momentum untuk mendoakan para korban dalam rangkaian peristiwa dan aksi pada Agustus hingga September tahun lalu.

‎“Agenda utama pada hari ini adalah momentum untuk saudara kita Affan Kurniawan yang meninggalnya tepat satu tahun. Kita juga mengingat bagaimana Agustus tahun lalu banyak korban yang berjatuhan sampai September,” ujarnya.

‎Menurut Maikel, mahasiswa Madiun ingin menunjukkan kepedulian terhadap kondisi nasional sekaligus mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai ruang refleksi.

‎“Yang pertama adalah kita mendoakan. Kita juga mendoakan korban dan teman-teman kita yang sedang berjuang menyampaikan aspirasinya,” katanya.

‎Ia menjelaskan, pemilihan 28 Agustus bukan tanpa alasan. Mahasiswa membawa isu yang berbeda dengan gelombang aksi pada 27 Agustus dan memilih tanggal tersebut karena bertepatan dengan satu tahun meninggalnya Affan Kurniawan.

‎“Isu yang kami bawa tidak sama, kita semua tahu bahwasannya kemarin isu yang disampaikan sudah diterima oleh DPR,” jelasnya.

‎Mahasiswa Madiun juga memberikan dukungan moral kepada mahasiswa dan kelompok masyarakat yang masih memperjuangkan aspirasi di tingkat nasional.

‎“Kawan-kawan kita di Senayan sudah berjuang. Dengan ini kita mendoakan di Madiun dan mengedukasi masyarakat bahwa per hari ini sangat banyak korban yang berjatuhan dan bagaimana kondisi negara kita saat ini,” ungkap Maikel.

‎Aksi tersebut diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Madiun, di antaranya Universitas Muhammadiyah Madiun, Universitas Merdeka Madiun, Politeknik Negeri Madiun, STAINU Madiun, serta Universitas Bakti Mulia Madiun.

‎Usai aksi, Aliansi BEM Madiun memastikan gerakan mereka tidak berhenti pada kegiatan simbolis. Mereka akan melakukan konsolidasi untuk menentukan isu yang akan dikawal berikutnya.

‎“Kita akan konsolidasikan kembali tentunya untuk tetap mengawal. Kalau pada dasarnya kawan-kawan kita di Senayan sudah mengawal, kita juga perlu mengawal,” tegasnya.

‎Ia menambahkan, isu daerah maupun nasional berpeluang menjadi fokus gerakan mahasiswa Madiun selanjutnya.

‎“Isu-isu daerah mungkin ataupun ada isu-isu nasional yang akan kami kawal selanjutnya,” pungkasnya. Waf

Tag :

Berita Terbaru

Dinding Kedap Suara hingga Tiga Bilik, Saksi Ungkap Temuan di Rumah Dharmahusada yang Diduga Dipakai Scamming

Dinding Kedap Suara hingga Tiga Bilik, Saksi Ungkap Temuan di Rumah Dharmahusada yang Diduga Dipakai Scamming

Kamis, 17 Sep 2026 21:34 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 21:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sebuah rumah di kawasan Dharmahusada Permai, Surabaya, menjadi sorotan dalam persidangan perkara dugaan sindikat penipuan daring l…

Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan, Uang Pengganti Rp8 Miliar dan Denda Rp205 Juta

Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan, Uang Pengganti Rp8 Miliar dan Denda Rp205 Juta

Kamis, 17 Sep 2026 21:31 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 21:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun — Mantan Wali Kota Madiun Maidi menghadapi tuntutan berat dalam perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi yang ditangani Komisi P…

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Maidi dengan pidana tujuh tahun dua bulan penjara dalam perkara dugaan pemerasan bermodus d…

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Banten — SMK Budi Luhur Tangerang menjajaki kolaborasi dengan PT Cyberindo Aditama (CBN) dan PT Digdaya Duta Digital (Digdaya) untuk m…

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur (UID Jatim) terus memperluas akses pengisian daya kendaraan listrik di S…

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ponorogo yang semakin kerap terjadi belakangan ini memakan korban. Ini setelah…