Dinkes Banyuwangi Catat 28 Pasien Cuci Darah Berusia di Bawah 30 Tahun, Ini Pemicunya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Pasien cuci darah di Banyuwangi. SP/ BYW
Ilustrasi. Pasien cuci darah di Banyuwangi. SP/ BYW

i

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi mencatat ada sebanyak 28 pasien masih berusia di bawah 30 tahun, harus menjalani hemodialisis atau cuci darah. Data tersebut dihimpun dari empat rumah sakit utama di Banyuwangi, yakni RSUD Blambangan, RSUD Genteng, RS Al Huda, dan RS Bakti Husada Glenmore.

Diketahui, untuk 28 pasien yang tersebar di sejumlah wilayah di Banyuwangi tersebut harus menjalani cuci darah akibat gagal ginjal stadium lima. Selain itu, tren penyakit metabolik, seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal, terus meningkat sepanjang 2026. 

“Yang memprihatinkan ada 28 kasus yang usianya kurang dari 30 tahun,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat, Kamis (17/09/2026).

Sementara itu, menurut Amit pemicu salah satu penyebab gagal ginjal adalah kurangnya asupan cairan dan nutrisi yang memadai. Ia menjelaskan kebutuhan ideal tubuh sekitar dua liter air atau setara delapan gelas setiap hari untuk membantu menjaga fungsi ginjal. Selain itu, Dinkes juga menyoroti tingginya konsumsi makanan dan minuman tinggi gula di kalangan remaja. 

Pasalnya, minuman instan, minuman bersoda, hingga berbagai makanan kekinian yang dikonsumsi berlebihan dinilai meningkatkan risiko penyakit metabolik apabila tidak diimbangi pola hidup sehat. Kondisi tersebut diperparah dengan rendahnya konsumsi sayur dan buah serta minimnya aktivitas fisik. 

Oleh karenanya, Dinkes Banyuwangi akan terus mengintensifkan edukasi mengenai pola hidup sehat melalui fasilitas kesehatan dan sekolah. Masyarakat diimbau memperbanyak konsumsi air putih, memenuhi kebutuhan gizi seimbang, serta rutin berolahraga. Sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), aktivitas fisik dianjurkan sedikitnya 150 menit per minggu atau sekitar 30 menit sehari selama lima hari. Dinkes berharap kebiasaan tersebut dapat menekan risiko penyakit metabolik dan gagal ginjal pada usia produktif. by-01/dsy

Berita Terbaru

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Maidi dengan pidana tujuh tahun dua bulan penjara dalam perkara dugaan pemerasan bermodus d…

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Banten — SMK Budi Luhur Tangerang menjajaki kolaborasi dengan PT Cyberindo Aditama (CBN) dan PT Digdaya Duta Digital (Digdaya) untuk m…

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur (UID Jatim) terus memperluas akses pengisian daya kendaraan listrik di S…

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ponorogo yang semakin kerap terjadi belakangan ini memakan korban. Ini setelah…

Hadir Daring Dalam Anual Meeting Unesco Di Bulgaria, Ponorogo Soroti Keberlanjutan Reog di Tengah Gempuran AI

Hadir Daring Dalam Anual Meeting Unesco Di Bulgaria, Ponorogo Soroti Keberlanjutan Reog di Tengah Gempuran AI

Kamis, 17 Sep 2026 17:09 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:09 WIB

Foto:          SURABAYA PAGI, Ponorogo– Ketika kecerdasan buatan (AI) berkembang pesat dan mengubah lanskap kreativitas, Ponorogo membawa persoalan keberl…

Coway Perluas Kehadiran di Surabaya, Donasikan Pemurni Air dan Udara ke Masjid Cheng Hoo

Coway Perluas Kehadiran di Surabaya, Donasikan Pemurni Air dan Udara ke Masjid Cheng Hoo

Kamis, 17 Sep 2026 16:50 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 16:50 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Coway International Indonesia memperkuat ekspansinya di luar kawasan Jabodetabek dengan menjadikan Surabaya sebagai salah satu p…