SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Menindaklanjuti ketersediaan (stok) Liquefied Petroleum Gas (elpiji) tiga kilogram terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membuat sejumlah warga di wilayah tersebut mengeluh lantaran aktivitas dapur rumah tangganya pun terganggu.
Bahkan, banyak warga mencurahkan kekesalan mereka di media sosial. Sebab, mereka harus mengeluarkan upaya lebih untuk berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lainnya demi mencari gas subsidi. Namun, tetap tidak mendapatkan gas elpiji subsidi tersebut.
"Saya keliling sampai sekitar sepuluh pangkalan dan subpangkalan, tapi tidak ada stoknya semua, stok kosong semua," kata Syaifudin, warga Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, Selasa (01/09/2026).
Kegusaran juga dirasakan Sofyan, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang sehari-hari berdagang kopi Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi, mengaku sempat berkeliling di pangkalan dan subpangkalan di Kelurahan Tamanbaru dan sekitarnya, namun hasilnya nihil. Sehingga, gas elpiji tersebut sangat berpengaruh.
"Kosong semua. Akhirnya saya tidak jadi beli," tuturnya.
Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi Heni Sugiharti menjelaskan, kelangkaan elpiji terjadi akibat kendala teknis pengisian tangki dan pendistribusian dari tangki ke SPBE di Banyuwangi. Namun upaya distribusi dari luar Banyuwangi tengah diupayakan untuk mengatasi kekosongan yang terjadi.
Diketahui, berdasarkan informasi yang didapatkan Heni dari Pertamina, ada delapan tangki yang didatangkan dari Gresik dengan kapasitas per tangki 15.000 kilogram untuk pengisian 3.920 tabung elpiji tiga kilogram. "Sebenarnya barangnya ada, tapi karena ada kendala teknis maka agak terganggu untuk pasokan elpiji-nya," tandasnya. by-02/dsy
Editor : Redaksi