SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Walikota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita, meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Mojokerto memfokuskan pembinaan jangka panjang pada 4 cabang olahraga (cabor) unggulan.
Hal itu disampaikannya saat membuka Sarasehan Keolahragaan dengan tema Membangun Sinergi untuk Keolahragaan Kota Mojokerto yang Berkelanjutan di Pendopo Sabha Mandala Madya, Pemkot Mojokerto, Senin (26/10/2026).
"Terdapat 14 cabor yang konsisten menyumbangkan medali pada Porprov Jawa Timur. Dan empat diantaranya mengalami perkembangan pesat serta berpotensi menjadi cabor unggulan, yakni angkat besi, dayung, biliar dan petanque," ujar Ning Ita.
Ia menegaskan, 4 cabor unggulan tersebut perlu didukung dengan pembinaan jangka panjang, pelatih berkualitas, kompetisi berjenjang, fasilitas yang memadai serta dukungan pendanaan yang proporsional.
"Penetapan prioritas pembinaannya harus didasarkan pada evaluasi prestasi, potensi atlet, kebutuhan sarana prasarana dan peluang pengembangan setiap cabor," ungkapnya.
Masih kata Ning Ita, pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap program pembinaan dan capaian prestasi olah raga. Diantaranya dengan mengidentifikasi serta memetakan potensi atlet termasuk bakat-bakat baru melalui pendekatan sport science dan pembinaan usia dini.
"Terpenting, kita harus menggali serta menetapkan arah pengembangan cabor unggulan sesuai potensi kota Mojokerto. Serta mendorong tata kelola organisasi olah raga yang profesional, transparan, akuntabel dan hebas dari konflik internal," pungkasnya.
Sekedar informasi, Sarasehan Keolahragaan Kota Mojokerto tahun 2026 digelar olah Dispora Kota Mojokerto dengan mendatangkan 4 narasumber pilihan.
Diantaranya Dosen Olahraga Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Dr. Mochamad Purnomo, S.Pd., M.Kes, Kepala Bidang Olahraga Dispora Provinsi Jawa Timur, Ketua KONI Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo dan Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Mojokerto, Pity Kifarudin. dwi
Editor : Redaksi