SURABAYAPAGI.com, Kediri - Menindaklanjuti maraknya kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, bakal tegas memberikan sanksi berupa skorsing hingga dikeluarkan dari sekolah (drop out/DO) dapat diberikan kepada siswa yang melakukan tindak tersebut.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana prihatin dengan masih adanya kasus perundungan yang terjadi di dunia sekolah. Isu perundungan masih menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Kediri. Pasalnya, perundungan dapat berdampak serius terhadap korban sehingga diperlukan langkah pencegahan dan penanganan yang melibatkan berbagai pihak, terutama orang tua dan guru.
“Kita tidak menutup kemungkinan untuk memberikan sanksi berat, bisa DO, atau skors dengan pendampingan khusus,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).
Sehingga, adanya pengawasan terhadap perilaku siswa perlu dilakukan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Pemerintah Kabupaten Kediri tidak dapat menangani persoalan tersebut tanpa dukungan keluarga dan tenaga pendidik. Sekaligus menekankan pentingnya kapasitas dan kompetensi guru dalam mencegah serta menangani perundungan. Guru perlu memahami langkah yang tepat untuk menghadapi kasus tersebut agar penanganannya sesuai dengan kebutuhan siswa.
“Sebenarnya bicara perundungan, ada dua sosok yang punya peran besar untuk menyelesaikan, pertama orang tua dan yang kedua adalah guru,” ujarnya.
Untuk mendukung upaya itu, Pemerintah Kabupaten Kediri selama dua tahun terakhir melakukan pemetaan atau profiling guru sebagai dasar menentukan kebijakan peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik. Mereka diharapkan memahami perawatan terhadap korban perundungan. Sehingga, dengan keterlibatan guru dan orang tua menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mampu mencegah perilaku perundungan sejak dini.
Pihaknya berharap dengan edukasi yang masif dilakukan baik kepada pelajar maupun ke guru, bisa mencegah terjadinya perundungan kepada anak-anak terutama di Kabupaten Kediri. kd-01/dsy
Editor : Redaksi