SURABAYAPAGI.com, Tuban - Sebagai upaya dalam memastikan pelayanan keselamatan ibu selama kehamilan dan persalinan serta kesehatan bayi berjalan optimal, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program KIA Triwulan III Tahun 2026 di Aula Aster Dinkes P2KB untuk melakukan evaluasi Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Evaluasi program KIA tersebut difokuskan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), meningkatkan kualitas pelayanan Antenatal Care (ANC), serta mengevaluasi penggunaan Aplikasi IBUNA. Dalam evaluasi tersebut, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah perbedaan data di sejumlah sistem pelaporan.
Diketahui, data ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, dan balita yang dilaporkan melalui SPM, IBUNA, SATA, SIGIZI, SBBL/Swalab, serta LB3/PWS masih perlu disinkronkan. Karena itu, validasi secara berkala diperlukan agar data yang digunakan dalam evaluasi program lebih lengkap dan sesuai, Rabu (28/10/2026).
Dalam evaluasi disebut menjadi dasar untuk menilai pelaksanaan program sekaligus menentukan langkah perbaikan pelayanan kesehatan. Melalui kegiatan ini, Dinkes P2KB berharap para penanggung jawab program di puskesmas dan fasilitas kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelaporan serta mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi yang tersedia.
Selain itu, diharapkan juga adanya dukungan lintas sektor dan organisasi profesi IBI juga diperlukan untuk mewujudkan data KIA yang lebih lengkap dan valid. Dengan data yang lebih akurat, hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan kesehatan, terutama untuk meningkatkan pelayanan bagi ibu dan anak di Kabupaten Tuban. tb-01/dsy
Editor : Redaksi