Hadapi Gus Ipul yang Didukung PKB dan PDIP, Mensos

Manuver Khofifah

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Meski belum mendeklarasikan diri maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018, Khofifah Indar Parawansa terus melakukan maneuver. Diam-diam, Menteri Sosial (Mensos) RI ini melakukan gerilya ke pentolan pusat partai politik (parpol). Informasinya, sudah lima partai politik yang sudah diajak omong oleh Ketua Umum PP Muslimat NU ini terkait Pilgub tahun depan. Sementara pihak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang dipastikan diusung sebagai calon gubernur (Cagub) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), kini tinggal menunggu PDIP untuk menyodorkan calon wakil gubernur (Cawagub). ------------ Laporan : Riko Abdiono, Ibnu F Wibowo, Alqomar, Editor: Ali Mahfud ------------ Ditemui Surabaya Pagi, Khofifah menepis kabar bakal ketinggalan kereta atau kehabisan partai politik (parpol) untuk kendaraan dalam pemilihan gubernur Jatim 2018 nanti. Empat pentolan partai politik itu antara lain, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Surya Paloh Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Setya Novanto Ketua Umum DPP Partai Golkar, Romahurmuzy Ketua Umum DPP PPP dan Oesman Sapta Odang (OSO) Ketua Umum DPP Partai Hanura. Jika ditarik di Jawa Timur, partai-partai itu memiliki kursi yang cukup untuk mengusung satu pasang calon gubernur. Di DPRD Jatim, Partai Demokrat punya 13 Kursi, Golkar 11 kursi, PPP 5 kursi, Nasdem 4 kursi dan Hanura 2 kursi. Total ada 32 kursi, melebihi syarat 20 kursi ketika mengusung satu pasang calon. “Saya ingin sampaikan kalau dari partai yang memberikan support kalau saya ingin maju memberangkatkan maka sudah cukup,” katanya usai membuka Rapat Koordinasi (Rakor) penanggulangan kemiskinan Rich Palace ‪jalan HR Muhamad Surabaya, Rabu (13/9/2017). Kendati begitu, Khofifah mengaku masih menunggu waktu untuk melapor ke Presiden Joko Widodo tentang pencalonannya dalam Pilgub Jatim. Agar punya mesin politik yang kuat, ketua PP Muslimat NU itu terus berkonsolidasi menyatukan kekuatan politiknya di Jatim. “Saya sampaikan kepada teman-teman saya akan menunggu saat yang tepat untuk melapor ke Presiden. Beri saya kesempatan untuk mengkonsolidasikan semuanya,” tambahnya. Dijelaskannya, untuk membangun koalisi, Khofifah sudah bersilaturahmi ke ketum dan sekjen parpol di Jakarta. Diantaranya adalah Demokrat, Golkar, PPP, Hanura dan Nasdem. “Saya kan sudah bilang, dengan pimpinan parpol saya sering silaturahim. Silaturahmi dengan pak Setnov dan Idrus Marhan sudah. Silaturahmi dengan Pak Romy lengkap dengan Sekjen sudah. Silaturahmi dengan pak SBY lengkap sekjen sudah. Silaturahmi dengan pak Oso sudah,” papar dia. Siap Sambangi Parpol di Jatim Alasan Khofifah belum membicarakan Pilgub Jatim ke Jokowi karena masih ingin menyelesaikan tugasnya sebagai Mensos. Selain meminta izin Jokowi, Khofifah juga akan menyambangi petinggi parpol di Jatim saat konsolidasi politik final. “Saya masih konsolidasi berbagai tugas di kementrian sosial. Pada tahun 2018 anggaran Kemensos dari 17 triliun naik menjadi 33,9 triliun, jadi saya masih mengkonsolidasikannya,” tandas Khofifah. Ia memastikan, setelah tugas-tugasnya bisa berjalan by system oleh tim di kementerian, maka berikutnya dirinya akan melakukan silaturahim ke ketua-ketua partai politik di Jawa Timur. “Pada saatnya, saya pasti silaturahim ke parpol di Jatim, sabar lah sabar,” ujarnya. Partai Gerindra Jatim siap bergabung dengan Partai Golkar dan Partai Nasdem untuk mengusung Khofifah Indar Parawansa untuk bertarung melawan Wagub Jatim Saifullah Yusuf di Pilgub Jatim 2018 mendatang. Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad mengatakan saat ini partainya tetap memprioritaskan Menteri sosial Khofifah Indar Parawansa untuk Pilgub Jatim. ”Arahannya dari DPP tetap bu Khofifah,” ujarnya saat ditemui di Surabaya, Rabu (13/9). Politisi yang akrab disapa Gus Sadad mengatakan warga Nahdliyin akan diuntungkan jika banyak kadernya yang maju dalam Pilgub. Pasalnya, dukungan kiai dalam Pilgub Jatim juga tidak satu suara. “Justru semakin bagus, siapapun kader yang terpilih akan didukung kyai,” jelasnya. Ditambahkan oleh pria yang juga anggota Komisi C DPRD Jatim ini semakin banyak kader Nahdliyin yang maju dalam Pilgub Jatim akan semakin bagus. Masyarakat Jatim akan diberikan banyak pilihan tokoh yang akan dipilih dalam Pilgub Jatim. Dikonfirmasi terpisah, Ketua Bappilu DPW Nasdem Jawa Timur Muzammil Syafii mengatakan terkait wacana koalisi untuk mendukung Khofifah, hal tersebut secara mutlak menjadi kewenangan dari DPP. Tetapi menurutnya, pernyataan anggota DPR RI asal Nasdem Hasan Aminuddin beberapa waktu lalu tentang koalisi, sudah cukup menggambarkan arah koalisi yang akan diambil Nasdem. Sebelumnya, Hasan Aminuddin mengatakan bahwa ada 5 partai politik yang telah melakukan komunikasi intens dengan Khofifah untuk menggalang koalisi yang akan memberikan dukungan kepada Menteri Sosial Kabinet Kerja tersebut di Pilgub Jawa Timur. “Partai-partai tersebut diantaranya adalah Nasdem, PPP, Hanura, Golkar, dan Gerindra,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Probolinggo dua periode tersebut. PKB tak Khawatir Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menegaskan partainya memiliki visi yang sama dengan PDIP dalam mengusung calon pada Pilgub Jawa Timur 2018. "Sudah klik dengan PDIP. Kita sekarang pada posisi menunggu analisis diskusi terutama PDIP untuk siapa yang akan ditetapkan sebagai calon wakil gubernur. Semoga akhir bulan ini sudah ada keputusan dari PDIP mengusulkan Saifullah (Saifullah Yusuf/Gus Ipul) dan siapa (wakilnya)," ungkap Muhaimin ditemui dalam diskusi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Airlangga Surabaya, Rabu (13/9/2017). Pernyataan Muhaimin ini sekaligus menjawab spekulasi PDIP akan mengusung calon sendiri dan batal berkoalisi dengan PKB. "Saya sudah ketemu bolak-balik (dengan Megawati Soekarnoputri, Ketua DPP PDIP,red)," klaim politisi yang akrab disapa Cak Imin. Menurut Cak Imin, siapapun nanti yang akan diusulkan PDIP sebagai calon wakil gubernur, secara bulat akan diterima oleh PKB untuk disandingkan dengan Gus Ipul. Untuk mematangkan proses koalisi ini, PKB saat ini juga terus menjalin komunikasi dengan PAN, Golkar, serta beberapa partai politik lainnya. Ditanya soal rekomendasi untuk Gus Ipul yang belum turun, Cak Imin mengatakan, rekomendasi dari PKB akan turun satu paket. Artinya, saat ini tinggal menunggu nama calon wakil gubernur yang diusung PDIP, lantas PKB segera mengeluarkan surat rekomendasi pasangan calon yang akan diusung partai tersebut. "Rekomendasi bulan ini akan turun kemungkinan bersamaan dengan rekom dari PDIP," tandasnya. Terkait sikap Khofifah yang juga santer disebut-sebut akan kembali berlaga di Pilgub Jawa Timur, Cak Imin mengaku ia tidak berhak melarang Menteri Sosial tersebut. Namun, Cak Imin mengatakan ia sudah melaksanakan tugas politik yang ia emban dari NU. “Saya kan sudah pernah sampaikan kepada seluruh keluarga besar NU, bahwa tugas politik saya di NU adalah dengan sekuat tenaga menyatukan kekuatan besar NU. Tetapi, kalau hal tersebut gagal, karena itu adalah hak individual Bu Khofifah, ya sudah. Itu bukan salah saya, karena saya sudah berusaha,” cetus Cak Imin. Meskipun demikian, Cak Imin masih meyakini bahwa terpecahnya suara NU tidak akan berdampak besar. Terlebih lagi hingga menyebabkan polarisasi yang begitu massif seperti yang terjadi di Pilgub DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu. “Mayoritas suara NU sudah ke Gus Ipul. Insya Allah mayoritas solid. Polarisasi juga tidak akan terjadi,” jelasnya. Terkait dukungan dari beberapa partai yang mulai berdatangan secara resmi kepada Khofifah, Cak Imin juga mengaku tidak begitu mengkhawatirkan hal tersebut. Ia tetap optimis bahwa PKB akan memenangkan Pilgub Jatim 2018. “Nggak lah (tidak khawatir). Kami kan sudah berpengalaman. Sebelumnya, dua kali kita sudah dukung Khofifah. Sekarang, gantian,” tutupnya. Sikap PDIP Menanggapi harapan dari PKB tersebut, Sekretaris DPD PDIP Sri Untari mengatakan bahwa akan beberapa langkah lebih lanjut terkait koalisi dari kedua partai tersebut. Hal tersebut dilakukan mengingat kerja sama yang telah terjalin antara dua partai dengan jumlah kursi terbanyak di DPRD Jawa Timur tersebut. "Insyaallah kerja sama politik yg telah kami jalani akan meningkat pada titik yang sama-sama diinginkan," kata Untari melalui pesan singkat. Sementara itu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang disebut-sebut akan menjadi Cawagub dari PDIP, akhirnya menyatakan sikapnya. Ia menegaskan tidak mau dicalonkan dalam Pilgub Jatim 2018. Risma masih ingin menyelesaikan amanah menyejahterakan rakyat Surabaya. Menurut Risma, Megawati, juga sempat memastikan lagi apakah Risma berkenan untuk di Pilgub Jatim. Risma dengan tegas menolak. "Saya itu sudah dipanggil ibu (Megawati Soekarnoputri) saat pak Jokowi baru menang dalam Pilpres lalu, saya ditawari Menteri. Kemudian, pada saat pak Ahok belum dicalonkan PDIP saya juga ditanyai apakah mau jadi calon di Jakarta. Semua saya jawab tidak," cetus Risma. n

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru