Soal Rohingya, Mana Resolusi PBB?

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Dewan HAM PBB diharapkan mengeluarkan sebuah resolusi mengenai krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar, saat menggelar pertemuan di Jenewa pekan depan. Harapan ini disuarakan Amnesty International Indonesia. ”Beberapa hari ke depan Dewan HAM PBB akan gelar sidang, dan dalam pertemuan itu ada temuan yang didapat tim pencari fakta Myanmar. Amnesty ingin Dewan HAM terbitkan resolusi yang kuat untuk krisis di Rakhine, dan perpanjang mandat tim pencari fakta. Diperlukan waktu lebih bagi tim pencari fakta,” kata Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, Jumat (15/9/2017). Sementara itu, Wakil Direktur Amnesty International Asia Tenggara dan Pasifik, Josef Benedict, mengatakan bahwa pihaknya memiliki beberapa usulan dan tuntutan yang akan disampaikan kepada Dewan HAM PBB. Rekomendasi pertama adalah agar Dewan HAM meminta kepada Myanmar untuk memastikan adanya akses penuh bagi badan PBB dan organisasi lainnya ke seluruh negara bagian Myanmar. Selanjutnya, meminta kepastian akan kelanjutan operasi kemanusiaan di Myanmar. Dia meminta Bangladesh dan Myanmar untuk memastikan semua pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh untuk dapat kembali ke rumah mereka. "Mereka harus memastikan wartawan punya akses ke Rakhine tanpa hambatan di seluru wilayah. Myanmar harus kerja sama dengan tim pencari fakta, termasuk memberikan akses penuh ke seluruh negara bagian Myanmar kepada tim pencari fakta,” ujar Josef. Di waktu yang sama, Kelompok hak asasi manusia Amnesty International (AI) merilis citra satelit desa-desa Rohingya. Menurut AI, citra satelit menunjukkan sebuah kampanye yang diatus untuk sengaja membakar desa Rohingya di Myanmar barat. AI mengatakan ini adalah bukti bahwa pasukan keamanan berusaha untuk mendorong kelompok minoritas Muslim ini ke luar negeri. Meskipun pihak militer Myanmar mengatakan bahwa pihaknya memerangi militan dan menyangkal menargetkan warga sipil. AI mengatakan bahwa ada bukti baru berdasarkan data deteksi api, citra satelit, foto dan video, serta wawancara dengan saksi mata, kampanye demonstrasi pembakaran sistematis yang menargetkan desa Rohingya selama hampir tiga minggu. "Buktinya tidak terbantahkan - pasukan keamanan Myanmar sedang menempatkan negara bagian Rakhine utara terbakar dalam sebuah kampanye yang ditargetkan untuk mendorong orang-orang Rohingya keluar dari Myanmar. Jangan salah: ini adalah pembersihan etnis," kata Tirana Hassan, direktur respons krisis kelompok tersebut seperti dikutip dari BBC. bc

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru