SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dinas Sosial Provinsi Jatim tidak membantah jika Jatim menjadi Provinsi paling banyak disabilitas mental yang masih dipasung. Hanya ini disebabkan data Jatim yang tertata lebih lengkap dibandingkan dengan Provinsi lain di Indonesia.
"Provinsi lain tidak punya aplikasi by name by address by photo and by assesment seperti Jatim," sebut Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim, Sukesi, saat ditanya Surabaya Pagi, ihawal Jatim terbanyak penyandang disabilitas yang terpasung.
Karena data lengkap itu, Sukesi mengatakan Jatim mampu menyebut angka penyandang disabilitas yang masih terpasung kala dilakukan monev (monitoring dan evaluasi) oleh Kementerian Sosial. Sementara Provinsi lain tidak mampu menyebutkan seperti Jawa Timur.
"Jadi mereka tidak bisa menjelaskan by name by address by pphoto and by assesment," kilah Sukesi.
Dengan aplikasi tersebut lanjut Sukesi Jatim malah bisa melihat data penyandang disabilitas di daerah mana saja serta penyebabnya. "Jadi tinggal klik saja," cetus Sukesi.
Sukesi menyebut hingga kemarin, total penyandang disabilitas sebanyak 2381 jiwa. Rinciannya 195 orang meninggal, kemudian 563 masih dalam perawatan, 1172 bebas pasung, dan 451 jiwa dalam pasungan. "Jadi per hari ini (kemarin, ada 451 jiwa yang masih dipasung," tegasnya.
Sementara data beberapa hari kemarin, Jatim menjadi terbanyak penyandang disabilitas mental yang dipasung dengan angka 453 orang, disusul peringkat kedua Sumatera Selatan sebanyak 174 orang dan posisi ketiga adalah provinsi Riau sebanyak 154 orang.
Terkait pasung, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dirinya optimistis gerakan Indonesia Bebas Pasung akan tercapai sesuai target pada 2019.
"Kementerian Sosial mencatat dari 26 provinsi di Indonesia, jumlah penyandang disabilitas mental (orang dengan gangguan jiwa, red) sebanyak 4.786 orang. Dari angka tersebut sebanyak 3.441 orang telah bebas pasung sementara 1.345 (28,1%) masih terpasung dan dalam penanganan," kata Mensos dalam siaran persnya.
"Sementara provinsi yang sudah bebas pasung menurut data di Kemensos adalah Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Bangka Belitung. Harapannya pemda lainnya dapat mencontoh bagi provinsi lainnya," terangnya. arf
Editor : Redaksi