Perpustakaan Terindah di Cina Ditutup?

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Beijing – Sebuah perpustakaan yang dinobatkan sebagai perpustakaan terindah di Cina terpaksa ditutup pihak berwenang. Sebuah media lokal melaporkan perpustakaan itu ditutup setelah diduga menyediakan buku illegal dan mengandung konten erotis. Ini membuat para pengunjung melakukan protes secara online. Protes ini menyatakan sebagian besar koleksi di Liyuan Bookhouse merupakan buku – buku yang tidak memiliki ijin edar. Beberapa gambar yang diduga sebagai konten eksplisit beredar secara online. Kantor Nasional Anti Pornografi dan Publikasi Illegal meminta pengelola perpustakaan itu menutup bisnisnya untuk sementara waktu. Petugas juga mengambil beberapa sampel dari buku – buku yang tidak memiliki ijin. Liyuan Bookhouse berdiri disamping sebuah hutan dan danau. Perpustakaan ini mendapat pujian atas desainnya yang ramah lingkungan. Perpustakaan ini dibangun dari bahan – bahan alami dan menggunakan cahaya matahari sebagai penerangan. Tempat ini memiliki nuansa yang hangat dan sangat nyaman. Pada tahun 2015 majalah amerika serikat Business Insider menobatkan perpustakaan ini sebagai perpustakaan yang harus dikunjungi No. 8 dari 18 perpustakaan terbaik yang ada di dunia. Perpustakaan ini terletak sekitar 80 km di sebelah utara pusat kota Distrik Huairou. Perpustakaan ini didirikan pada tahun 2011 sebagai proyek sumbangan untuk warga lokal. Satu – satunya pustakawan di Liyuan, Pan Xi, mengatakan 70% buku yang ada di perpustakaan itu merupakan sumbangan dari masyarakat umum. Melalui sebuah website Pan menyatakan permohonan maaf kepada para pembaca dan berjanji akan membersihkan koleksi buku sebelum dibuka kembali musim semi Cina mendatang. ch

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru