Beraksi Sendiri, Remaja 18 Tahun Curi Motor 5 Kali

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Meski usianya masih 18 tahun, namun aksi Rofiul Anam bisa dibilang sangar. Bayangkan saja, remaja asal Jalan Bulak Banteng Surabaya ini sudah mencuri motor sebanyak 5 kali. Selama beraksi, dirinya memilih sendirian. Tapi, Rofiul kini tertangkap. Dia pun harus menghuni penjara di usianya yang masih belia. Rofiul sendiri ditangkap Unit Reskrim Polsek Kenjeran, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Kapolsek Kenjeran Kompol Cipto menjelaskan, penangkapan terhadap Rofiul dilakukan pihaknya pada Rabu (20/9/2017) kemarin. Penangkapan itu dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari Ahmad Suli (43) warga Bulak Rukem Timur Surabaya. Sebab, motor Honda Beat miliknya raib digondol pencuri. “Penyelidikan yang kami lakukan mengerucut pada nama pelaku (Rofiul Anam, red). Darisanalah, kami langsung melakukan pengintaian. Dan akhirnya, kami berhasil menangkap pelaku ini di rumahnya,” sebut Kompol Cipto, Jumat (22/9/2017). Kompol Cipto menambahkan, setelah diperiksa, terungkap bahwa tersangka Rofiul Anam ini, setiap melakukan aksinya, terlebih dahulu berkeliling mencari sasaran. Dia menunggangi motor Honda Kharisma L 2198 DC sendirian. Saat mendapat sasaran, motornya terlebih dahulu di parkir tidak jauh dari sasaran. "Setelah itu, tersangka berjalan kaki menuju sasaran. Tersangka merusak kunci motor sasaran dengan menggunakan kunci T,” beber Kompol Cipto. Lucunya, setelah berhasil mencuri motor, Rofiul menyimpan motor curian di rumahnya. Kemudian dia kembali ke sekitar TKP pencurian untuk mengambil motor miliknya yang ditinggal tadi. Setelah aman, motor curiannya juga ia jual sendirian ke Madura. Dia mengantongi uang 2,5 hingga 3 juta. Tergantung jenis dan tahun motor. Sementara itu, kepada polisi Anam mengaku belajar merusak kunci kontak motor dengan kunci T secara otodidak. Awalnya dia memodifikasi kunci T dan percobaan pertama adalah merusak kunci motornya sendiri. Setelah berhasil dia lantas mempraktekkannya ke motor milik korban. “Awalnya saya kesulitan. Tapi akhirnya saya berhasil,” akunya. "Saya memang memberanikan diri untuk mencuri (motor) ini. Saya terpaksa, karena tidak punya uang untuk kebutuhan hidup saya. Orang tua sudah hampir tidak pernah memberikan uang," tutup Rofiul sambil menundukkan kepalanya. bkr

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru