SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Karang Taruna Jawa Timur mendukung Calon Gubernur (Cagub) yang bisa mengurangi kesenjangan dan angka kemiskinan di Jatim. Karena itu, kandidat Cagub harus punya program yang jelas untuk mengurangi pengangguran dan memberdayakan pemuda di Jatim.
Agus Maimun Ketua Karang Taruna Jawa Timur mengatakan, persoalan tingginya angka kemiskinan di Jawa Timur sangat penting dijadikan program utama cagub. Pasalnya, jumlah penduduk miskin di Jatim masih 4 juta lebih dari total 38 juta penduduknya.
"Sosoknya siapa saya tidak tahu, yang pasti Karang Taruna berkomitmen dua hal dalam mendukung Cagub, yang pertama harus bisa mendorong kemandirian ekonomi pemuda itu pintu masuk menekan kesenjangan, pengangguran terbuka dan kemiskinan," kata Agus Maimun pada saat pelantikan pengurus DPD Karang Taruna Jatim di gedung taman budaya Cak Durasim Senin (25/9/2017).
Agus mengatakan, kader karang taruna menunggu visi misi yang akan dipaparkan oleh masing-masing Cagub, sebelum nanti menyampaikan pandangan politiknya. Siapapun kandidat yang akan didukung diharapkan bisa memberikan manfaat dan timbal balik, bagi lembaga dan pemuda di Jatim.
"Saya kira pada saatnya nanti akan bersikap, memang kita tidak bisa mengusung apalagi memberangkatkan visi misi calon yang bisa membawa, tapi kami akan mendukung Cagub yang bisa mewadahi aspirasi pemuda," jelasnya lagi.
Agus mengklaim, total pengurus organisasi karang taruna di Jatim mencapai 180 ribu orang. Jumlah itu tersebar dari pengurus wilayah, kecamatan sampai ke desa.
"Aktif sampai pengurus kecamatan jumlahnya mencapai 180 ribu, itu belum di tingkat desa bahkan RT dan RW," tandasnya.
Kendati demikian, Agus mengaku tidak akan membawa organisasi karang taruna untuk mendukung kandidat secara terbuka. Secara organisasi, lembaganya akan bersikap netral. Hanya saja, kader dan pengurus akan dibebaskan dalam memilih Cagub yang sesuai dengan hati nurani mereka. Pengurus hanya akan menyampaikan pandangan dan penilaian terkait visi dan misi Cagub Jatim.
"Saya kira kami akan netral dalam bersikap secara organisasi. Tapi kami akan memberikan ruang untuk memilih calon yang dekat dengan visi dan misi organisasi," pungkasnya.
Dari pantauan, baliho Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jatim Soekarwo menghiasi pelantikan karang taruna Jatim. Sayangnya, Khofifah yang dijadwalkan ikut membuka acara itu batal hadir karena ada agenda rapat dengan Presiden Joko Widodo. Begitu juga Gubernur Soekarwo tak terlihat hadir dalam acara itu. Pelantikan karang taruna akhirnya dibuka oleh Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Rko
Editor : Redaksi