SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Dolly yang dulu terkenal sebagai lokalisasi prostitusi terbesar se-Asia Tenggara sekerang merubah wajah menjadi tempat tausiah dengan adanya rutinan pengajian setiap tahun.
Sejak ditutupnya Dolly pada tanggal 19 Juni oleh walikota Risma sekarang gang kecil yang berada di Jl.Kupang Gunung Timur 1 telah diubah menjadi tempat yang positif dengan diadakannya pengajian rutin yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali.
“ Setiap satu tahun sekali selalu ada pengajian di sini, dari tahun-tahun kemarin yang ngisi pengajian itu Cak Nun tapi baru tahun ini pengajian di isi oleh Ustadzah Oki Setiana Dewi dan Teuku Wisnu,” ujar salah satu warga.
Pada Minggu(1/10) masyarakat Dolly dan umum berbondong-bondong mengikuti pengajian yang diselenggarakan oleh Surabaya Patata yang berkerjasama dengan komunitas One Day One Juz Surabaya. Pengajian ini menghadirkan Ustadzah Oki Setiana Dewi selaku pemilik Surabaya Patata dan Aktor sekaligus Pemilik Strudle Malang yakni Teuku Wisnu.
Pengajian yang diselenggarakan pada tahun ini mengusung tema Hijrah, seolah mengisyaratkan bahwa Dolly telah berhijrah menuju menjadi lebih baik dari sebelumnya. Hal ini juga ditunjukan oleh ketekunan Walikota Surabaya Risma yang berusaha mengubah gang Dolly menjadi tempat lebih baik dengan didirikannya bangunan yang digunakan untuk tempat kursus para pekerja di gang Dolly yang ditujukan untuk membekali dan melatih waga Dolly agar nantinya mampu bersaing dalam bidang ekonomi.
Dengan banyaknya UKM Dolly yang ikut berpartisipasi dalam acara “Dari Hijrah ke Istiqomah” kurang lebih terdapat sepuluh Ukm Dolly Menunjukkan bahwa usaha merubah Dolly menjadi lebih baik telah terlihat ditambah dengan UKM yang menjual Sandal dan Sepatu yang diproduksi dari warga Dolly sendiri semakin menguatkan bahwa Dolly telah Berhijrah.(mfn)
Editor : Redaksi