Hizbullah Tuduh Israel Dorong untuk Berperang

surabayapagi.com
Ketegangan antara Hizbullah yang didukung Iran dengan musuh utamanya, Israel, meningkat tahun ini. Israel bertekad menggunakan segala cara untuk mencegah adanya perang baru dengan Hizbullah, setelah konflik bersenjata antar keduanya terjadi pada 2006. BEIRUT, Mohammed Jaber. Pemimpin grup Hizbullah asal Lebanon menilai pemerintahan Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu cenderung mendorong kawasan untuk berperang di Suriah, Lebanon, dan Jalur Gaza. Dalam sebuah pidato di hadapan para pengikutnya, pemimpin Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah, menyinggung mengenai pemerintah Israel. "Pemerintah Israel tidak memiliki penilaian yang tepat mengenai konsekuensi dari perang ini jika pada akhirnya meletus," seru Nasrallah seperti dikutip AFP. Ia juga merasa Israel tidak mengetahui bagaimana cara menghentikan perang tersebut jika benar-benar terjadi. "Israel juga tidak tahu di mana perang itu akan terjadi, atau siapa-siapa saja yang berpartisipasi," lanjut dia, dalam sebuah acara Ashura. perayaan kaum Syiah dalam memperingati tewasnya cucu Nabi Muhammad, Imam Hussein, di Kerbala pada tahun 680. Sebelumnya, Nasrallah pernah berkata bahwa jika terjadi perang antara Israel Suriah atau Lebanon, maka akan ada banyak pejuang asing yang berdatangan dari negara seperti Iran, Irak, Afghanistan, Yaman dan Pakistan. Ia juga memperkirakan jika perang itu meletus, maka kemungkinan besar akan berlokasi di Israel. 05

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru