PBB Kirim Tim Investigasi ke Yaman

surabayapagi.com
Dalam sebuah resolusi yang diadopsi melalui konsensus, Dewan HAM PBB mengamanatkan kepala hak asasi manusia PBB Zeid Ra'ad Al Hussein untuk mengirim sekelompok "pakar terkemuka" ke Yaman. Koalisi pimpinan Arab Saudi telah menggempur pemberontak Houthi di Yaman sejak Maret 2015. SANAA, Mohammed Jaber. Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa sepakat mengirim tim investigasi ??kejahatan perang ke Yaman. Upaya ini mengatasi perlawanan dari Arab Saudi yang sempat bersikeras membatalkan penyelidikan independen dalam konflik Yaman. Para pakar utusan PBB akan melakukan "pemeriksaan menyeluruh terhadap semua dugaan pelanggaran dan pelecehan HAM" yang dilakukan selama konflik. Mereka juga akan berusaha mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab." Peluncuran investigasi menandai sebuah kemenangan bagi sekelompok negara Eropa dan Kanada, yang mendorong keras penyelidikan internasional independen ketimbang investigasi oleh Yaman yang didukung Arab Saudi. Koalisi pimpinan Arab Saudi dituding telah mengebom sejumlah sekolah, pasar, rumah sakit, dan bangunan sipil lainnya dalam mendukung Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi. Pemberontak Houthi yang didukung Iran juga dituduh melakukan pelanggaran HAM di Yaman. Sejak dua tahun terakhir, Arab Saudi berhasil menghalangi upaya adanya penyelidikan internasional di Yaman. Dilansir AFP, dalam sepucuk surat yang bocor ke beberapa media, Arab Saudi melakukan pembalasan ekonomi dan diplomatik terhadap anggota Dewan HAM PBB yang menyetujui proposal Uni Eropa dan Kanada. Namun pada akhirnya, utusan Arab Saudi untuk Dewan HAM PBB, Abdulaziz Alwasil, akhirnya menyetujui resolusi tersebut. Dalam sebuah resolusi sebelumnya, yang dirancang Belanda-Kanada, berisi permintaan agar Komisi Pemeriksaan (COI) institusi penyelidikan tingkat tertinggi PBB diterjunkan ke Yaman. Permintaan ini dihilangkan dari kerangka resolusi yang kini diadopsi PBB. Dalam sebuah pernyataan, kantor berita Saudi Press Agency memuji langkah tersebut sebagai kemenangan bagi upaya diplomatik Riyadh agar proposal Belanda ditarik dan diganti dengan yang baru. 06

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru