SURABAYAPAGI.COM, Tenggilis - Tim Anti Bandit Polsek Tenggilis dibantu INAFIS Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan rekontruksi pembunuhan janda muda di sebuah rumah di jalan Kendangsari 55 Surabaya, Senin (2/10/2017) pagi. Ratusan warga sekitar memadati area diluar garis polisi yang sudah dipasang. Bahkan, teriakan wargapun terdengar saat pelaku diturunkan dari mobil polisi.
Setidaknya ada 41 adegan yang direka ulangkan oleh pelaku pembunuhan bernama Randy Fauzi (28) dengan korban pengganti, yang memerankan Merlinawati (24). Pada adegan 15-24, ada adegan inti dimana korban dicekik sampai lemas dan diseret hingga digeletakkan diatas tangga sampai kepalanya terbentur anak tangga.
Dalam adegan ke 15, nampak pelaku yang sudah sempat cek-cok sebelumnya dengan korban tiba-tiba mencekik korban dengan kuat dalam waktu yang hampir satu menit. Setelah nampak lemas tak berdaya, pelaku lantas menyeret korban menuju tangga. Sesampai ditangga, pelaku membopong korban yang sudah terkulai. Bahkan pelaku yang merasa kelelahan, sempat melepas bopongan korban hingga kepala korban terbentur di tembok yang mengakibatkan retak pada tulang tengkorak belakang.
Setelah itu, pelaku meletakkan korban di lantai dua rumah kontrakan tersebut. Dan memastikan meninggalkan korban yang sudah dipastikan tak bernyawa.
Kapolsek Tenggilis, Kompol Eko Sudjarwo mengatakan, rekonstruksi tersebut dilakukan untuk memastikan aksi pelaku sesuai atau tidak dengan Berita Acara Penyidikan yang selama ini ditangani polsek Tenggilis.
"Ya ini untuk memastikan saja jika benar pelaku ini melakukan rangkaian adegan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia," kata Eko, Senin (2/9) pagi, di lokasi.
-Menangis-
Sementara itu, Ibu korban, Pujiati menuturkan hubungan korban dengan pelaku sembari tersedu mengingat putri sulungnya tersebut sudah tiada. Maklum, selama ini, tumpuan ekonomi keluarga ini ada di Lina,sapaan akrab Merlinawati.
Ia tak menyangka, jika pelaku yang terlihat baik saat menjalin hubungan dengan putrinya, berubah menjadi seorang pembunuh.
"Awalnya itu dia baik mas, perhatian juga sama keluarga, tapi juga pernah kejadian kalau Randy (pelaku) pernah mukul anak saya, Januari. Bahkan dia sempat nulis surat pernyataan,diatas materai," terang Puji, sambil mengusap air matanya.
Sebelum peristiwa penganiayaan hingga menyebabkan Lina meregang nyawa, Januari lalu, Randy sempat hendak di laporkan ke polisi atas kasus penganiayaan serupa. Namun beruntung, Lina sang kekasih masih mengampuni pelaku dan pihak keluarga tak dapat berbuat apa-apa.
"Mau dilaporkan itu, tapi kata Lina gak usah, dia terlanjur suka, kita gak bisa berbuat banyak mas," imbuh perempuan berkerudung itu.
Saat kejadian, Pujiati tengah tidak berada di rumah kontrakan tersebut. Lina baru ditemukan tak bernyawa di lantai dua rumah kontrakan itu pada Senin (18/9/2017) siang dalam kondisi membusuk dan diperkirakan sudah tewas sejak dua hari sebelumnya.
Kini terkuak, motif pembunuhan si janda muda nan cantik itu lantaran cemburu. Randy kekasih korban yang juga seorang duda mengaku curiga akhir-akhir sebelum Lina terbunuh ditangannya mulai menjauh.
"Iya saya cemburu, karena beberapa kali susah dihubungi dan susah dibilangi. Pasti sama cowok lain mas," aku tersangka. fir
Editor : Redaksi