Bupati Warning Perusahaan Untuk Menjaga Lingkungan

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sejumlah perusahaan mulai tumbuh dan berkembang di Lamongan, sejalan dengan komitmen bupati yang membuka luas para investor untuk menanamkan modalnya demi kesejahteraan masyarakat. Meski demikian bupati tetap mewarning para perusahaan untuk menjaga lingkungan. Pernyataan itu disampaikan Fadeli, saat melihat langsung pengolahan ikan di PT Bumi Menara Internusa (BMI) yang berada di wilayah Kecamatan Deket Lamongan, Senin (2/10/2017). Dari kaca mata Fadeli, perusahaan pengolahan hasil laut yang berada di Kecamatan Deket itu menunjukkan fasilitas pengolahan limbahnya sudah bekerja maksimal, termasuk air hasil pengolahan limbah yang bisa menjadi habitat hidup ikan. “Lamongan memang sedang getol memberikan berbagai fasilitas agar investor mau menanamkan modal di Lamongan sehingga bisa memberi kesejahteraan. Namun bukan berarti perusahaan ini bisa tidak peduli dengan pelestarian lingkungan hidup, “ ujarnya saat didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup M Fahrudin Ali Fikri dan Direktur PDAM M Maksum. Karena itu di berharap industri pengolahan lain agar menerapkan pengolahan limbah yang benar. Sehingga perusahannya jalan, masyarakatnya sejahtera dan lingkungannya tetap terjaga. PT BMI ini memang memiliki potensi limbah cair yang jika tidak dioalah dengan benar bisa mencemari lingkungan. Setiap hari, perusahaan yang menyerap 3 ribu tenaga kerja lokal ini membutuhkan 80 ton udang. Di sisi lain, investor pengolahan ikan ini menunjukkan promosi yang dilakukan Pemkab Lamongan agar investasi yang masuk sesuai dengn sektor unggulan Lamongan cukup sukses. Lamongan memproduksi ikan lebih dari 1 juta ton setiap tahunnya. Saat ini investasi baru sedang digiring pada pengolahan pertanian, terutama jagung. Karena produksi jagung Lamongan menunjukkan lompatan usai diterapkannya pertanian modern secara masif. Tahun lalu, total produksi jagung baru di angka 372.162 ton. Sedangkan sampai dengan Agustus 2017, produksi jagung sudah melebihi 500 ribu ton. Sejak 2011, realisasi invetasi di Lamongan melalui skema Penanaman Modal Dalam negeri (PMDN) sudah menembus angka Rp 23, 2 triliun.jir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Berita Terbaru