Meski sempat dikumpulkan oleh Polrestabes Surabaya awal September lalu, persoalan angkutan konvensional dan driver online tak juga tuntas. Bahkan, ribuan sopir angkot (angkutan) se-Surabaya bakal mogok operasional dengan menggelar unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan Surabaya, Selasa (3/10) hari ini. Tuntutan mereka tetap menolak keberadaan taksi online.
----------
Rencananya, sejak pagi ini para sopir angkot ini berkumpul di beberapa titik. Diantaranya di STM Pembangunan, Rungkut, Bratang, Kenjeran, Pegirian, Jembatan Merah, Kalianak, Darmo Permai, Joyoboyo, dan Bundaran Waru. Setelah itu, mereka berbondong-bondong menuju ke Jalan Pahlawan. Sesampainya di kantor Gubernur, mereka berencana menutup Jalan Pahlawan. Dijadwalkan, aksi di depan kantor Pakde Karwo ini digelar sekitar pukul 08.30 WIB.
"Kami sudah berkoordinasi dan minta izin ke Polrestabes. Besok (hari ini, red) perwakilan angkot dari seluruh Surabaya akan turun dan memarkir kendaraan di Jl. Pahlawan depan kantor gubernur," kata Sonhaji, Ketua Organda Surabaya, Senin (2/10/2017).
Massa sopir angkot ini, lanjutnya, akan mendesak Gubernur Soekarwo segera menerapkan peraturan gubernur (Pergub) yang membatasi angkutan berbasis aplikasi. Selain itu, angkutan online tersebut juga dilarang untuk beroperasi di tempat umum seperti bandara, terminal, stasiun, pelabuhan, dan rumah sakit. "Dari catatan kepolisian, angkutan berbasis aplikasi ini sudah mencapai 30 ribu, padahal jumlah angkutan kota di Surabaya saat ini tinggal 3 ribu saja. Begitu juga taksi reguler saat ini jumlahnya tinggal 5.500, dan bus kota sekitar 100-an," ungkapnya.
Akibat maraknya angkutan online itu, menurut Sonhaji, belasan jurusan angkutan kota mati. Awalnya jumlah trayek atau jurusan di Surabaya mencapai 58 jurusan, namun saat ini tinggal 40 jurusan.
Menanggapi rencana demo besar-besaran itu, Polrestabes menerjunkan 1000 personil gabungan untuk pengamanan unjuk rasa sopir angkot. Kapolrestabes Kombespol M Iqbal menjelaskan 1000 personil dari Polrstabes, Polda Jatim, Satpol PP Pemkot Surabaya dan Perhubungan. "Ada permohonan Unras (unjuk rasa) 1000 orang dengan kendaraan angkot sekitar 500 mobil," ujar Iqbal.
Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira Negara Siregar menjelaskan penutupan jalan Pahlawan oleh massa pendemo berlangsung mulai pagi hari sampai sore. Unjuk rasa sendiri dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Ia mengimbau kepada warga agar sebisa mungkin menghindari Jalan Pahlawan. Kalau terpaksa melaluinya, polisi sudah menyiapkan jalur alternatif.
Satlantas bakal melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Jalan Pahlawan. Adewira memaparkan, untuk kendaraan yang melaju dari Jalan Veteran akan dibelokkan ke kiri melalui Jalan Kebun Rojo tembus Stasiun Kota. Sedangkan kendaraan yang melintas dari arah Dupak akan diarahkan ke kanan, melalui Jalan Gemblongan.
"Selain itu, polantas di masing-masing polsek yang stand by di titik kumpul awal, akan melakukan pengawalan sampai kantor Gubernur," tutur alumnus Akpol 1999 tersebut
Polisi juga sudah berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya. Untuk mencegah penumpukan penumpang di beberapa titik, dinas-dinas di lingkungan Pemkot sudah menyiapkan bantuan kendaraan. Informasinya, 49 kendaraan disiapkan beberapa dinas untuk mengangkut masyarakat yang mungkin telantar karena tidak ada angkot. Seluruh kendaraan bantuan sudah siap sejak pukul 06.00 WIB. Rincian kendaraan yang stand by meliputi 5 truk, 8 bus, 24 mobil patroli dan mobil dinas. Kendaraan bantuan tersebut disiagakan untuk beberapa rute di seluruh kawasan Surabaya. n alq/bkr
Editor : Redaksi