SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebuah tim riset dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan gim android yang diberi nama Professor Lenmo. Gim yang dijadikan sebagai alat ukur modalitas belajar anak ini timbul karena keinginan timnya membuat tim yang sekiranya dapat dipadukan dengan ilmu psikologi. Gim dapat mengindetifikasi kepribadian dengan menghubungkan teknologi.
Koordinator Tim RisetLailatul Husniah menerangkan, selama ini anak biasanya harus menjalankan kegiatan konseling dengan para psikolog dalam suasana yang serius. Ditambah lagi dengan waktu yang cukup lama untuk dihabiskan anak bersama psikolog demi mengetehui gaya anak belajar.
"Dari situasi itu kita ingin membuat alat ukur yang bisa tahu kondisi kepribadian anak terutama gaya belajarnya dengan sebuah gim yang tentu lebih menyenangkan," ujar Dosen Teknologi Informatika UMM ini di Kota Malang, Kamis (5/10).
Gim andoridnya ini, kata Laila, bisa mendeteksi gaya belajar anak yang terbagi atas tiga jenis. Tiga gaya belajar itu, yakni visual, auditori dan kinektetis. Gimnya akan mendeteksi apakah anak cenderung memiliki gaya belajar yang lebih ke penglihatan, pendengaran maupun gerakan.
Lailatul mencontohkan bagaimana gimnya menampilkan permainan sehingga dapat mendeteksi gaya belajar anak. Salah satunya berkaitan dengan mengingat warna tabung dengan menampilkan warna yang beragam. Di situ, anak diminta mengingat warna apa saja yang ditampilkan gim melalui penglihatannya dengan diberi batasan waktu sekitar 20 detik.
"Makin lama nanti makin banyak jumlah warna yang perlu diingat dan itu sampai tujuh sampai delapan tabung. Konsep seperti itu untuk mendeteksi apakah anak memiliki gaya belajar visual atau tidak," tambah dia.
Meski sudah terlihat kecanggihannya, gim yang diciptakan bersama para psikolog ini ternyata masih perlu diperbaiki lagi. Terlebih lagi sistem gim yang hanya mengambil sampel secara umum. "Kita baru bisa untuk anak yang usianya 7 sampai 11 tahun, belum spesifik. Dan kita maunya ke depannya lebih spesifik lagi usianya," terangnya. (FF)
Editor : Redaksi