SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Ini patut menjadi perhatian Walikota Surabaya Tri Rismaharini, lantaran banyak kafe yang buka tapi tak memiliki ijin lengkap. Seperti kafe yang berada di area Podo Trisno di kawasan Tambak Langon, Surabaya. Warga yang merasa resah, langsung menggeruduk kafe tersebut. Mereka menolak kafe itu lantaran akan menjual minuman keras (miras) oplosan. Sementara di daerah itu dikenal agamis.
Saat kafe bernama Triple Nine itu hendak buka, warga setempat lapor ke Pemkot Surabaya dan akhirnya ditutup paksa. "Tadi katanya warga ada yang laporan ke pemkot, barusan juga sudah ada razia. Terpaksa tutup, nggak jadi buka," ujar salah seorang penjaga hotel Podo Trisno yang kebetulan berada di lokasi, Minggu (8/10) malam.
Bagus, Kabid Penertiban dan Penegakan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Surabaya, membenarkan penutupan kafe tersebut. "Iya memang ada laporan warga terkait pembukaan kafe tersebut. Katanya belum memiliki ijin. Namun saat kami cek di lokasi ternyata sudah tidak ada aktivitas," ucap Bagus saat dikonfirmasi, Minggu (8/10) malam.
Informasi yang diperoleh Surabaya Pagi, warga Tambak Langon mereaksi keras keberadaan Kafe Triple Nine, karena khawatir akan berdampak ke warga. Khususnya remaja di sana. Karena itu, sejumlah warga langsung mendatangi kafe itu dan memaksa pengelolanya menutup kafe yang baru dibukanya. “Kami tidak ingin di wilayah kami ada tempat maksiat yang dapat merusak generasi muda,” teriak salah satu warga saat melakukan pengepungan.
Menurut warga, pengelola Triple Nine ternyata memiliki kafe lain yang menjual minuman keras oplosan. “Selama ini sudah banyak pemuda yang tewas karena minuman oplosan. Kami tidak ingin daerah kami terkena dampaknya,” tandas warga tersebut.
Supardi, salah seorang tokoh masyarakat menegaskan jika pengelola kafe tidak mengindahkan suara warga, pihaknya akan melaporkan secara resmi ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), DPRD, dan Satpol PP Surabaya. “Kami juga akan adukan ke Walikota agar melakukan tindakan,” tandas Supardi. n fir
Editor : Redaksi