SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pondok Pesantren masih menjadi garapan Kementerian perindustrian (Kemenperin) dalam mencetak wirausaha baru. Seperti yang dilakukan saat berada di Ponpes Sunan Drajat Paciran Lamongan Jawa Timur, Senin (9/10/2017). Di Ponpes asuhan KH Abd Ghofur ini, Kemenperin menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengolahan ikan, dan serah terima bantuan mesin atau peralatan bagi Industri Kecil Menengah (IKM) di Pondok pesantren Sunan Drajat, Lamongan. Kegiatan ini akan berlangsung selama lima hari pada 09-13 0ktober 2017, di Pondok pesantren Sunan Drajat yang juga digunakan sebagai lokasi pilot project pengembangan IKM, melalui lembaga pendidikan keagamaan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) IKM Kemenperin. Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM), Gati Wibawaningsih mengatakan, bimtek dilakukan sebagai tindak lanjut program Santripreneur, yang bertujuan menumbuhkan wirausaha baru di lingkungan pondok pesantren dan pengembangan IKM. Pengembangan IKM di Ponpes Sunan Drajat lanjut Gati, memiliki dampak strategis dalam memenuhi kebutuhan internal pondok pesantren, hingga dapat memasok kebutuhan masyarakat sekitar dan pasar lokal." Ponpes Sunan Drajat merupakan salah satu pondok pesantren yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan operasional pondok pesantren dengan memiliki 5 unit usaha. Gati menjelaskan pondok pesantren memiliki potensi kelembagaan dan sumber daya manusia yang cukup besar, maka salah satu program Ditjen IKM dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat yaitu, dengan program fasilitasi pengembangan IKM melalui pondok pesantren. Diharapkan pondok pesantren mampu berperan sebagai pusat pengembangan ekonomi masyarakat yang mandiri dan profesional, sebagai sarana penyebaran informasi bisnis dan teknologi serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan para santri sebagai cikal bakal wirausaha baru, Dirjen IKM Kemenperin memiliki dua model penumbuhan wirausaha industri baru dan Pengembangan unit industri di pondok pesantren. Diantaranya model santri Berindustri dan Pesantren Berkreasi. "Program Santri Berindustri memperhatikan unit industri yang telah ada dan sumber daya manusia di lingkungan pondok pesantren yang terdiri dari santri dan alumni santri, dengan pendekatan fasilitas program pengembangan unit industri, dan mengembangkan skill SDM Ponpes,"terangnya. "Ditjen IKM akan mendidik dan membina 20 orang santri terpilih untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan di bidang pengolahan ikan serta akan mendapatkan fasilitas bantuan mesin atau peralatan yang akan diserahkan kepada pihak pondok pesantren melalui mekanisme hibah ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan,"imbuhnya. Dalam acara tersebut Ditjen IKM Kemenperin memberikan fasilitas berupa bantuan mesin atau peralatan bagi IKM Pondok Pesantren Sunan Drajat, diantaranya Chest Freezer, Blender, Mesin Penggiling Daging, Meat Bol/s Mixer, Mesin Pencetak Bakso, Kompor Gas High Pressure Fu// Set, Hond Seater 200 mm, Hand Seater 300 mm, dan Mesin Vacuum. Bantuan secara simbolik diterima oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, Mohammad Zamroni, dan bantuan itu langsung diteruskan untuk diserhakan ke Pondok Pesantren Sunan Drajat yang diterima oleh Biyati Ahwarumi, SE., M.A Kepala Perekonomian Ponpes Sunan Drajat. Dalam kesempatan itu Biyati mengaku bangga dan senang kalau Ponpes Sunan Drajat digunakan sebagai pilot project dalam mencetak satripreneur, apalagi Ponpes Sunan Drajat sudah memiliki unit usaha mulai Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), Minuman ringan Jus Mengkudu), Kemiri Sunan, Garam Samudra dan Pupuk. "Kegiatan bimtek ini menjadi spirit bagi Ponpes dalam mengembangkan unit usaha dan mencetak santri yang interpreneur, sesuai dengan ikhtiar Kemenperin,"jelasnya.jir
Editor : Redaksi