SURABAYAPAGI.com, Sumatera- Akhirnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Pulau Sumatera pada 2018 sekitar Rp 20,32 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur ketahanan air dan pangan sebesar Rp 7,42 triliun, peningkatan konektivitas jalan dan jembatan sebesar Rp 8,86 triliun, infrastruktur Cipta Karya sebesar Rp 2,52 triliun dan pemenuhan kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar Rp 1,51 triliun.
"Dana anggaran Kementerian PUPR tahun 2018 sebesar Rp 106,9 triliun. Dari jumlah tersebut, alokasi anggaran infrastruktur di Pulau Sumatera berkisar Rp 20,32 triliun," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dikutip Antara, Selasa (10/10).
Sementara ini, Menteri Basuki mengakui tantangan disparitas di Pulau Sumatera masih besar karena kegiatan ekonomi masih dominan di bagian timur dibandingkan barat. Hal itu juga terkait dengan kondisi geografis Pulau Sumatera, khususnya terkait potensi kebencanaan yang menjadi perhatian dalam membangun infrastruktur.
"Namun tantangan tersebut harus kita jawab dengan tepat. Dibangunnya jalan tol di pesisir timur Sumatera, akan diikuti pembangunan ruas tol penghubung (feeder) seperti Tol Padang-Pekanbaru dan Bengkulu-Palembang," jelasnya.
Jalan tol Trans Sumatera terdiri dari 24 ruas dengan total panjang mencapai 2.704 km dan terbagi menjadi 2.004 km jalan tol di Pantai Timur dan 700 km jalan tol penghubung (feeder) di antaranya Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Medan-Binjai, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Palembang Indralaya, dan Pekanbaru-Padang.
"Di luar APBN, kebutuhan investasi untuk pembangunan ruas tol di Sumatera mencapai Rp 130 triliun," tegas Basuki.
Untuk itu, lanjut Basuki, dukungan infrastruktur dilakukan melalui pendekatan wilayah untuk mendukung berbagai kawasan industri melalui akses jalan, perumahan, dan jaringan air minum. Kemudian Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) seperti Danau Toba, Tanjung Kelayang dan Mandeh, dan kawasan pedesaan prioritas.
Menurut Basuki pada tahun ini, pembangunan infrastruktur yang dilakukan khususnya di Pulau Sumatera, di antaranya permukiman nelayan tepi air di Bengkulu, program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) Kepulauan Riau dan pembangunaan SPAM Broni di Kota Jambi dengan kapasitas 600 liter per detik yang melayani hingga 48.000 sambungan rumah. hm
Editor : Redaksi