SURABAYAPAGI.COM, Surabaya-Hari ini(15/10), PDI Perjuangan secara resmi telah menetapkan Gus Ipul dan Azwar Anas secara berturut-turut sebagai Cagub dan Cawagub di Jawa Timur yang mendapatkan rekomendasi dari partai berlogo banteng tersebut. Dengan kondisi demikian bagaimana peruntungan salah satu Bacagub yang sering disebut-sebut sebagai kuda hitam, La Nyalla?
Pakar politik asal Unair Suko Widodo pada suatu kesempatana pernah mengatakan bahwa La Nyalla dapat menjadi pilihan alternative. La Nyalla, menurutnya, apabila menjadi Cagub maupun Cawagub dapat menjadi solusi bagi masyarakat akibat dari pilihan yang itu-itu saja.
“La Nyalla ini bisa menjadi salah satu sosok baru yang memiliki kesempatan. Terlebih lagi, pengalaman Beliau di sektor bisnis dan ekonomi sudah tidak bisa diragukan lagi. Sudah sangat mumpuni, dan layak,” kata Suko pada kesempatan tersebut.
Dimintai pendapatnya pada hari ini, pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam mengatakan bahwa saat ini pilihan paling tepat bagi La Nyalla adalah dengan menjadi Cawagub dari Khofifah Indar Parawansa. Khofifah, saat ini telah mengantongi dukungan resmi dari beberapa partai seperti Nasdem dan Hanura serta Golkar.
“Peluang bagus bagi Nyalla apabila menjadi Cawagub Khofifah. Khofifah dan La Nyalla ini juga punya hubungan sejarah individual yang baik. Kan ketika Khofifah maju bersama Mujiono, La Nyalla masuk sebagai salah satu tim sukses Khofifah,” jelas Rokim, sapaan akrab Surokim.
Lebih lanjut, Rokim menjelaskan bahwa kendati kalah dalam popularitas namun secara elektabilitas La Nyalla memiliki peruntungan yang masih bisa dibilang cukup bagus. “La Nyalla itu punya pengalaman bagaimana memenangkan suara di Madura. Itu ceruk yang selama ini lemah di Khofifah dan bisa ditutup oleh La Nyalla,” pungkas Rokim.
Sementara itu, La Nyalla saat ini masih terus melakukan safari politik di beberapa daerah. Baliho-baliho yang menunjukkan dirinya serius untuk terjun pada Pilgub Jatim 2018 nampak dengan mudah ditemui di berbagai wilayah Jawa Timur.
Hanya saja, ditemui beberapa waktu yang lalu, La Nyalla masih menyatakan diri enggan untuk menjadi Cawagub. “Saya ini Cagub. Diminta jadi Cawagubnya Bu Khofifah saja saya belum tentu mau,” kata La Nyalla pada kesempatan tersebut.ifw
Editor : Redaksi