TNI Berjibaku Ikut Tuntaskan ODF di Lamongan

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - TNI kodim 0812 Lamongan terus mendukung program Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF) yang dicanangkan oleh Pemkab, dengan mewujudkan keterlibatan TNI membangunkan jamban untuk masyarakat. Satuan dengan seragam doreng ini membantu mewujudkan lingkungan yang sehat, melalui program Karya bakti TNI AD, dengan menerjunkan Babinsa yang ada di koramil - koramil mewujudkan Lamongan Bebas Buang Air Besar Sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) ini. Pembuatan jamban sehat ini seperti yang disampaikan oleh Dandim Letkol Inf Sutrisno Pujiono, menindaklanjuti rapat koordinasi yang dilakukan Muspika dan Forkompimda berkaitan dengan program Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) bagi warga di wilayah Lamongan."Kami ingin bersama membantu mewujudkan program pemerintah daerah," kata Sutrisno. Program jambanisasi ini lanjutnya, hampir sudah merata dan dilakukan diberbagai wilayah kecamatan. Terkini seperti yang dilakukan Koramil Sukorame dimana anggota Babinsa melaksanakan karya bakti pembuatan jamban bagi warga yang kurang mampu. Sutrisno menuturkan, pembuatan jamban ini bertujuan untuk membantu mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman guna meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Keterlibatan anggota dalam pembuatan jamban bagi warga yang kurang mampu ini merupakan komitmen TNI dalam membantu pembangunan pemerintah khususnya di wilayah Lamongan. "Aksi nyata dari TNI di lapangan untuk membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahannya," ungkapnya. Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Lamongan, Agus Hermawan mengungkapkan, bebas ODF ini akan dituntaskan pada 2017 ini. Dikatakan oleh Agus, sebenarnya jika hanya mengacu data BPS sudah bisa tuntas di 2016, namun dari hasil pendataan tim terpadu, faktanya ada lebih banyak warga yang belum memiliki jamban. "Ini yang kami targetkan agar bisa tuntas tahun ini sehingga Lamongan akan 100 persen bebas dari buang air besar sembarangan," katanya. Terkait Program Lamongan ODF ini, Agus mengaku ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan, yakni merubah mindset masyarakat untuk terbiasa dengan pola hidup sehat. "Karena ada warga yang menerima bantuan program ODF ini tapi merasa sayang untuk digunakan dan hanya dipakai oleh tamu saja," katanya menjabarkan.jir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru