SURABAYA PAGI, Gresik - Akses jalan ditutup. Banyak warga tidak tahu karena minim pemberitahuan. Menjadi alasan kenapa warga sebal atas keberadaan proyek penanaman pipa gas yang digulirkan PT Pertagas di wilayah Desa Prambangan, Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas hingga Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir ini.
Tidak hanya itu, bekas galian di tengah jalan yang diuruk dengan tanah biasa juga memicu kesebalan warga memuncak.
Namun warga tak berdaya. Sementara kontraktor tetap saja melanjutkan pengerjaan proyeknya. Dilain pihak, Pemkab Gresik yakni Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik, tak pernah tampak di lokasi proyek untuk memantau langsung kinerja kontraktor tersebut. Paling tidak, DPU setempat, memastikan urukan bekas galian proyek pipa gas, sesuai kualitas. Kendati proyek ini adalah milik dan tanggung jawab PT Pertagas.
Isu berkembang di lokasi proyek nasional ini, DPU setempat dan masyarakat tak berdaya menghadapi keberadaan proyek tersebut. Lantaran dibelakangnya, ditengarai di bekingi oleh oknum TNI AD berpangkat Pamen. Alasan ada beking inilah, pihak kontraktor santai menanggapi keluhan masyarakat.
Sementara itu, benar tidaknya isu beking membekingi yang melibatkan nama oknum militer ini, bukan rahasia umum lagi. Pasalnya, di lingkungan masyarakat setempat, telah mengetahuinya. Namun mereka, tidak tahu nama lengkap dan satuannya.
"Kita sih tidak menyoal siapa dibalik proyek ini. Yang kita inginkan, kalau jalan ini ditutup, mana akses warga melintas. Inikan jalur padat. Paling tidak, harus ada pemberitahuan awal," ujar Samudra, warga desa setempat kepada Surabaya Pagi, Jumat (20/10/2017).
Editor : Redaksi