SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Agenda ziarah yang dilakukan Mohammad Anas (38) dan keluarganya malah jadi petaka. Betapa tidak, pria asal Bangkalam Madura itu diamankan warga hingga dipenjara. Sebab, Anas terpergok saat mencuri sebuah HP di sebuah toko ponsel di Jalan Raya Ampel Surabaya. Mirisnya, Anas justru melibatkan istri dan anaknya saat mencuri HP itu.
Setelah diamankan warga, Anas langsung digelandang ke Polsek Semampir. Dijelaskan Kanit Reskrim Polsek Semampir AKP Junaidi, pencurian yang dilakukan Anas pada Rabu (18/10/2017) kemarin. Awalnya, Anas dan keluarga menempuh perjalanan dari Madura menuju ke Surabaya dengan naik bus. Mereka hendak berziarah ke makam orang tuanya yang ada di tempat pemakaman umum (TPU) Pegirian.
"Setelah ziarah, mereka jalan-jalan ke pertokoan di kawasan Jalan Ampel. Saat itulah tersangka Anas melihat sebuah hp yang sedang dicas di toko ponsel di jalan tersebut," ungkap AKP Junaidi, Jumat (20/10/2017).
AKP Junaidi menjelaskan setelah melihat hp yang ditinggal pemiliknya tersebut. Dalam benak Anas timbul rasa ingin mencurinya. Anas meminta anaknya ZF (14) untuk mengambil hp tersebut. Sementara ia mengawasi situasi sambil menghalangi pandangan saat anaknya mengambil hp tersebut.
"Setelah hp berhasil diambil oleh anak tersangka. Kemudian hp tersebut dilempar ke istrinya yakni ST (32) untuk disembunyikan," lanjut AKP Junaidi.
Meski berhasil mengambil hp tersebut, namun aksi keluarga tersebut diketahui pemilik dan diteriaki maling. Ketiganya pun sempat diamankan oleh warga sekitar ampel. Beruntung mereka tak dihakimi massa. Setelah itu, warga menyerahkan mereka ke Posek Semampir. "Tersangka Anas sudah kami tahan. Sedangkan istri dan anaknya masih kami mintai keterangan," beber AKP Junaidi.
Sementara itu, kepada polisi, Anas mengaku nekat mencuri hp tersebut lantaran butuh uang untuk ongkos kembali ke Madura. Sebab dia mengaku kehabisan bekal usai pergi ziarah ke makam orang tuanya. "Awalnya saya mengira bekal saya cukup. Tapi ternyata kurang untuk naik bis bertiga," aku Anas dengan logat Madura-nya!
Anas mengatakan jika berhasil, rencananya hp tersebut akan dijual kembali dan uangnya akan digunakan untuk ongkos naik bus ke Madura. Namun hasilnya, dia dipastikan tidak akan pulang beberapa bulan ke depan. Sebab, kini dia harus mendekam di balik jeruji besi tahanan polsek Semampir. Bkr/fir
Editor : Redaksi