SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Tiga hari lagi, Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) Cabang Surabaya akan menggelar musyawarah cabang (muscab) ke-II. Hingga Selasa (24/10/2017), tercatat ada tiga nama yang bakal maju mencalonkan diri sebagai Ketua Peradi Cabang Surabaya. Dari tiga calon, satu diantaranya adalah calon petahana (ketua Peradi saat ini), yaitu Setijo Boesono. Sedangkan satu calon lain yakni Ketua IKADIN Surabaya, Hariyanto SH, MH. Namun sayangnya, jelang H-3 muscab, masih diwarnai adanya tidak transparan dalam pemilihan dan penyelenggaraan Muscab ke-II yang akan digelar di Dyandra Convention Hall, Basuki Rahmat, 27 Oktober 2017 mendatang.
Laporan: Budi Mulyono, Narendra Bakrie; Editor: Raditya M.K.
Hal itu dilontarkan beberapa anggota Peradi Surabaya saat menghadiri Diskusi Terbatas di kantor Surabaya Pagi, Senin (23/10/2017) kemarin. Ada beberapa advokat anggota Peradi, seperti Irianingsih, SH., Aning Wijayanti, SH., dan Dewi Murniati, SH. Mereka melontarkan dalam Muscab ini ada dugaan tidak transparan dalam pelaksanaan karena dalam registrasi setiap anggota dianggap tidak jelas.
“Dalam undangan, kalau pendaftaran atau registrasi sampai tanggal 26 Oktober. Dan saat sudah mendaftar, hanya diberi secarik kuitansi kosongan, tanpa ada nomor pendaftaran ataupun identitas apapun. Yang menjadi pertanyaan, berapa kuota untuk Muscab? Sedang database yang sudah mendaftar berapa? Itu petugas ditanya malah gak tau,” ucap Irianingsih, SH., disela-sela acara diskusi terbatas kepada Surabaya Pagi, kemarin.
Respon Irianingsih pun disambut oleh Aning Wijayanti. Mereka menyayangkan sikap OC yang tidak tegas dan ada protap yang baku dalam muscab. “Ini seolah-olah tidak transparan kepada anggotanya. Apalagi anggota (Peradi, red) 1.300an lebih. Lha sekarang berapa kuota untuk mendaftar. Sementara kalau dibatasi hanya 400 anggota yang untuk memilih. Ini jelas ada sesuatu yang tersembunyi,” timpal Aning.
Kebetulan, salah satu anggota OC yang hadir dalam Diskusi Terbatas Surabaya Pagi itu, yakni Budi Sampurno, langsung diminta kejelasan oleh para advokat Peradi yang hadir terkait database anggota dan soal masa waktu pendaftaran. “Tolong pak Budi, pastikan. Harusnya bila belum sempat mendaftar hingga tanggal 26 Oktober, diberi waktu lagi pada hari H. Herregistrasi,” papar Irianingsih, advokat yang merupakan mantan bagian hukum Pemerintah Kota Surabaya ini.
Sementara itu, terkait tudingan tak transparan, langsung direspons Ketua OC, Erna Rahmawati. Erna menegaskan persiapan pelaksanaan Muscab DPC Peradi Surabaya sudah siap 90 persen. Dimana sebagai panitia pelaksana Erna telah mengirimkan 1705 undangan pada anggota. "Update terakhir ada 300 lebih anggota yang telah mendaftar sebagai pemilih. Panitia memberikan batas waktu pendaftaran hingga 26 Oktober pukul 16.00 WIB. Panitia tidak menerima pendaftaran pada hari H pelaksanaan. Selain itu peserta juga diwajibkan melakukan pembayaran sebesar Rp 250 ribu. Semua ketentuan dan syarat tersebut sudah ada dalam undangan," kata Erna.
Ditarik Rp 250 ribu
Kenapa harus membayar Rp 250 ribu? Menurut Erna, kesepakatan pembayaran tersebut sudah disepakati oleh semua panitia melalui rapat yang dihadiri oleh OC dan SC serta pengurus DPC Peradi. Dengan pertimbangan selama ini DPC Peradi tidak memungut iuran anggota. DPC Peradi hanya memungut iuran untuk anggota yang melakukan perpanjangan kartu anggota. Padahal pengeluaran operasional DPC Peradi juga banyak. "Pendapatan hanya dari Pelaksanaan PKPA itupun tidak semuanya hanya beberapa persen saja. Kas terakhir DPC Peradi sebesar Rp 150 juta sehingga tidak mungkin bisa digunakan untuk menggelar Muscab. Ini juga jauh lebih murah dari Muscab sebelumnya," terang Erna.
Mengenai jumlah peserta yang ikut, Erna menegaskan semua anggota yang mempunyai hak suara telah dikirimi undangan. Bila nanti anggota tidak mendaftar maka hak suaranya akan hangus. "Misalkan nanti tidak kuorum sidang akan diskors selama 1 jam, kemudian dibuka lagi. peserta yang telah datang dan sudah mendaftar menjadi daftar pemilih tetap. Itu sudah sesuai AD/RT DPN Peradi," tandasnya.
Sementara, Sekretaris Muscab, Daniel Y Lowu, menegaskan setiap anggota berhak mendaftar dan sudah diberi waktu. “Memang target kita 700 peserta dari 1.700 anggota. Jadi Kami sebagai panitia, memastikan tidak akan ada blocking ke calon tertentu. Semua akan kami lakukan secara profesional dan transparan," janji Daniel saat ditemui dikantor Peradi Cabang Surabaya, Jalan Tunjungan.
Setijo Masih Tertutup
Terpisah, calon petahana Setijo mengatakan, pihaknya tidak memiliki persiapan khusus untuk muscab nanti. Setijo menegaskan, pihaknya akan mengalir seperti air saja. "Kita semua kan saudara. Jadi harus menjunjung tinggi sportivitas. Karena sebenarnya tidak ada lawan tidak ada musuh. Semua adalah saudara. Sehingga kami berharap tidak ada yang saling menjelekkan dan menjatuhkan," ulasnya.
Ditanya jika seandainya pihaknya terpilih lagi nanti, Setijo mengaku belum bisa membeberkan program-programnya. Namun dirinya mengatakan bakal menjalankan visi dan misinya di Peradi seperti kemarin. "Dan yang terpenting adalah menyempurnakan visi dan misi saya yang kemarin," tambahnya.
Editor : Redaksi