SURABAYAPAGI.com-Jember, Hari Sumpah Pemuda ke-89 dijadikan momentum oleh Kepolisian Resort(Polres) Jember beserta Relawan TIK Cabang Jember untuk menggelar deklarasi bersama masyarakat, khususnya para pemuda.
Antusiasme masyarakat dalam "Deklarasi Masyarakat Jember Bersatu Melawan Hoax" cukup tinggi, karena berbarengan dengan car free day yang rutin digelar setiap Minggu pagi di Alun-alun Kabupaten setempat.
Selain melakukan deklarasi bersama, Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH SIK MH, mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini juga untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahayanya berita palsu atau hoax.
"Kami memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa pelaku pembuat dan penyebar ujaran kebencian dan berita bohong itu bisa diancam pidana penjara," ucapnya saat ditemui disela acara. (29/10/2017)
Kusworo, mengimbau kepada masyarakat Jember khususnya bagi pengguna media sosial agar lebih cerdas dalam mengonsumsi sebuah informasi. Ia menambahkan, sebuah berita palsu bila tidak segera ditindak lanjuti akan berbahaya bagi situasi kamtibmas, dan dikhawatirkan akan berujung pada tindakan persekusi.
"Selain itu berita hoax ini bisa memicu emosi suatu kelompok tertentu yang mengganggu jalannya kehidupan dan stabilitas keamanan," tambahnya
Dari data yang didapat, dalam medio Oktober tahun ini, ada lima kasus terkait berita palsu atau hoax yang berhasil diungkap oleh Polres Jember.
Friska, salah satu warga mengatakan, tema yang digelar panitia kali ini cocok dan sangat bermanfaat di jaman serba gadget saat ini.
"Bagus banget, hoax ini bahaya banget. Apalagi kalau memang tidak sesuai kebenarannya, karena kalau kita harus meyakini salah satu dan itu salah, bahaya banget," kata perempuan bernama lengkap Roslina Friska Dewi ini.
Banyak berita hoax yang beredar saat ini, menurut Friska, berita tentang politik saat ini sangat rentan.
"Terus keanekaragaman dan agama. Banyak banget hoax-hoax yang beredaran sekarang. Apalagi gosip (artis) ya," tambahnya dengan nada becanda
Mahasiswi Universitas Jember pengguna setia instagram ini menghimbau pengguna jejaring sosial lainnya agar berhati-hati dalam memilah informasi.
"Sekarang kan kita jamannya medsos, apalagi yang dipercaya medsos jadi kita harus hati-hati tentang berita yang ada di medsos yang belum jelas kebenarannya," ucapnya.
Selain melakukan deklarasi bersama, rangkaian acara juga diisi dengan kontes video instagram atau vidgram berhadiah jutaan rupiah bagi masyarakat umum. Video dengan durasi 1 menit tersebut harus diunggah di instagram pada saat acara berlangsung, yang berisi himbauan tentang bahaya berita hoax.
Teguh Prakoso dengan akun instagram @teandpe berhasil menjadi juara pertama dengan like terbanyak. Pemuda asal Kelurahan Jember Kidul ini meraih uang sebesar Rp2,5 juta. Disusul oleh Greta Ayu Febrian sebagai juara kedua. Perempuan dengan nama akun @gretafebriana asal Kelurahan Gebang ini meraih uang sebesar Rp1,5 juta. Kemudian, Orchita Rizqiyanti di posisi ketiga dengan nama akun @orchita1909. Perempuan asal Kecamatan Rambipuji ini meraih uang sebesar Rp1 juta. ndik
Editor : Redaksi