SURABAYAPAGI.com, Gresik - Berbagai cara masyarakat Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda kali. Mulai dari menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih hingga festival kuliner.
Nah, di lingkungan Pondok Pesantren, dalam memperingati hari bersejarah ini, juga berbeda. Misalnya saja di Ponpes Al-Miftah Mojopuro Wetan Bungah, justru diisi dengan sholawat para santri. Bertajuk Dzikir Sumpah Pemuda ini, sejatinya dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah seperti Lamongan, Gresik, Sedayu, Solokuro, Bungah, Dukun, Ujungpangkah dan Manyar.
Sebelum dzikir dan shalawat berlangsung, kegiatan diisi dengan pembacaan ikrar sumpah pemuda yang diikuti semua peserta yang hadir. Tak hanya itu, peserta juga disuluh wawasan kebangsaan oleh Kapolsek Bungah, Gresik AKP Achmad Said.
Pengasuh Ponpes Al-Miftah Mojopuro Wetan Bungah Gresik, KH Muhammad Zainuri mengatakan kegiatan bertajuk dzikir sumpah pemuda bertujuan untuk merefleksi kembali arti sumpah pemuda dengan kegiatan positif.
Selain perayaan sumpah pemuda yang diisi dengan dzikir, momen ini mengajak umat Muslim untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, dari Sabang sampai Merauke.
Atas terselenggaranya dzikir sumpah pemuda, Alumnus Ponpes Lirboyo tersebut berharap agar persatuan dan kesatuan tetap hadir di tengah-tengah masyarakat.
“Semoga seperti yang di dawuhkan pendiri jamiyyah NU, KH Hasyim Asyari yakni Alittihad (persatuan dan kesatuan),” ujarnya.
Antusias peserta sangat luar biasa dalam acara tersebut, terbukti dari banyaknya jamaah yang membeludak hingga ke jalan depan pondok pesantren.
Ahmad, seorang jamaah dzikir sumpah pemuda, menyambut antusias kegiatan tersebut. Pasalnya, melalui peringatan Sumpah Pemuda ala Ponpes bisa merefleksi kembali arti sumpah pemuda yakni persatuan dan kesatuan. Mis
Editor : Redaksi