Bahasa Daerah Mulai Punah Seiring Perkembangan Zaman

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Papua- "Kita Orang Harus Sehat" yang diselenggarakan Puskesmas Wesaput, Kabupaten Jayawijaya, Papua, dengan Pertamina PT Pertamina MOR VIII Maluku-Papua yang dilakukan beberapa waktu lalu. Remaja setempat dengan logat setempat yang kental, tengah hadir dalam pengobatan gratis, mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda. Sementara anak-anak yang lebih kecil riang bernyanyi dalam bahasa Indonesia menirukan suara petugas puskesmas. Mereka menggambarkan kalangan muda Papua yang fasih berbahasa Indonesia, tetapi sudah tak begitu kenal dengan bahasa ibunya sendiri. Mama Katarina Haluk (45), ibu tiga anak itu mengaku sudah tak mengajarkan bahasa daerah lagi secara khusus kepada anak-anaknya. Warga Distrik Wesaput, Wamena, ini mengaku, kala sedang bercakap-cakap menggunakan bahasa daerah, anaknya bisa mengerti. Namun, anak-anaknya menjawab dengan bahasa Indonesia, bukan bahasa daerah. Yahukimo bernama Nelson Meklok (23) mengakui memang penggunaan bahasa daerah oleh anak-anak muda di wilayahnya sudah bercampur dengan bahasa Indonesia, khususnya bahasa Sukume. Kadang-kadang mereka menggunakan bahasa daerah, tapi juga sering menggunakan bahasa Indonesia. Dalam hal ini tak seharusnya bahasa daerah ditinggalakn. Berdasarkan data www.ethnologue.com, sebuah situs tentang bahasa-bahasa di seluruh dunia, Indonesia adalah negara kedua yang memiliki keragaman bahasa tertinggi. Posisi Indonesia persis di bawah Papua Nugini yang menempati urutan pertama dengan 852 bahasa. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (selanjutnya disebut Badan Bahasa) sebagai lembaga pemerintah yang mengurusi masalah bahasa, sudah melakukan kajian mengenai bahasa-bahasa daerah di nusantara. Dalam beberapa periode (2008, 2013, 2016), Badan Bahasa telah mengindentifikasi bahwa Indonesia memiliki 646 bahasa daerah. Dari jumlah tersebut, baru 67 yang dicek vitalitas (daya hidup) bahasanya. Namun, mereka memperkirakan Indonesia setidaknya memiliki sekitar 700 bahasa daerah. (hm/lip)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru