Kapolres Blitar Tegas Informasikan Terkait Ajudan Wakapolres yang Alami Penganiayaan

author Lestariyono Blitar

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Giat saat Kapolres Blitar beri keterangan pada wartawan kemarin sore. SP/ Lestariono
Giat saat Kapolres Blitar beri keterangan pada wartawan kemarin sore. SP/ Lestariono

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Marak ramainya informasi tentang Ajudan Wakapolres Blitar dianiaya hingga Patah tulang Hidungnya hingga jalani operasi dan dalam perawatan, Kapolres Blitar pastikan Info Itu tidak benar Alias Hoax kepada wartawan kemarin sore (Jumat 5 Juni 2026) di Aula Tantya Sudhirojati.

Sebelumnya Informasi yang beredar melalui pesan berantai dan media sosial itu menyebut ajudan Wakapolres Blitar menjadi korban penganiayaan. Dalam kabar tersebut, nama Wakapolres Blitar Kompol A. Risky Fardian Caropeboka disebut sebagai pihak yang diduga melakukan penganiayaan.

Menanggapi hal itu, AKBP Rivanda menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia mengaku telah melakukan klarifikasi langsung kepada anggota yang disebut sebagai korban maupun kepada Wakapolres Blitar.

"Saya panggil langsung anggota yang bersangkutan dan berbicara empat mata. Saya juga sudah konfirmasi kepada Pak Wakapolres. Hasilnya tidak ada kejadian seperti yang di informasikan tersebut." Terang AKBP Rivanda dngn dibdampingi Kasat Reskrim, Kasi Propam dan Kasat Samapta.

Lebih jauh orang nomer satu di jajaran Polres Blitar ini menjelaskan, anggota yang disebut dalam informasi tersebut masih menjalankan tugas dan piket seperti biasa. Dari hasil pengecekan fisik maupun keterangan yang diberikan, tidak ditemukan tanda-tanda cedera maupun patah tulang hidung sebagaimana yang disebutkan dalam pesan yang beredar.

Menurut mantan Kapolres Sampang ini menyampaikan, dirinya menerima banyak pertanyaan terkait kabar tersebut sejak Kamis (4/6/2026). Namun, sebelum memberikan pernyataan resmi, ia memilih melakukan verifikasi terlebih dahulu untuk memastikan fakta yang sebenarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini informasi yang beredar diduga berasal dari pesan berantai yang kemudian menyebar melalui media sosial. Polres Blitar masih berupaya menelusuri sumber awal informasi tersebut guna mengetahui bagaimana kabar yang belum terverifikasi itu dapat menyebar luas di masyarakat.

"Kami menyampaikan klarifikasi ini agar tidak terjadi kesimpang siuran informasi. Kami juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum mempercayai atau menyebarluaskan suatu informasi," tegas AKBP Rivanda.

Juga Kapolres menambahkan, bahwa dirinya sering mengingatkan untuk menjaga kontrol diri untuk seluruh personilnya, hal tersebut di tekankan setiap ada agenda pengarahan internal.

Sebelum mengakhiri keteranganya pada sejumlah wartawan, berharap masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi, utamanya yang berkaitan dengan individu maupun institusi, sehingga tidak menimbulkan kesalah pahaman dan keresahan di tengah masyarakat. Les

Berita Terbaru

Fakta Sidang Ungkap Sikap Arogan Maidi, Bawahan Diancam Nonjob dan Dipecat jika Tak Patuh

Fakta Sidang Ungkap Sikap Arogan Maidi, Bawahan Diancam Nonjob dan Dipecat jika Tak Patuh

Jumat, 26 Jun 2026 18:26 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 18:26 WIB

SURABAYPAGI.COM, Madiun - Dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi berkedok corporate social responsibility (CSR) dan gratifikasi di Pengadilan Tipikor…

Diduga Pakai Mahar, Belasan Tenaga Magang RSUD dr. Harjono Ponorogo Tuntut Kejelasan 

Diduga Pakai Mahar, Belasan Tenaga Magang RSUD dr. Harjono Ponorogo Tuntut Kejelasan 

Jumat, 26 Jun 2026 18:22 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 18:22 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Belasan tenaga magang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Harjono Ponorogo, Jawa Timur, menuntut kejelasan nasib ke pihak m…

Kebutuhan Dana Tunai Naik, Gadai Emas Jadi Solusi Likuiditas Jangka Pendek bagi Masyarakat

Kebutuhan Dana Tunai Naik, Gadai Emas Jadi Solusi Likuiditas Jangka Pendek bagi Masyarakat

Jumat, 26 Jun 2026 18:14 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 18:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan likuiditas rumah tangga menjelang tahun ajaran baru mendorong peningkatan signifikan pada pembiayaan gadai emas di PT Bank S…

Akhirnya! Pelaku Pengirim Pil Doble L ke Lapas di Ancam Hukuman 12 Tahun Penjara.

Akhirnya! Pelaku Pengirim Pil Doble L ke Lapas di Ancam Hukuman 12 Tahun Penjara.

Jumat, 26 Jun 2026 16:45 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Akhirnya DR 20 seorang wanita warga Kec.Sananwetan Kota Blitar di jerat pasal 435 yo Pasal 436 ayat ke (2) tentang UU Nomer 17 tahun …

Program BARUNA, PLN Pulihkan Terumbu Karang Bali Guna Alam Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Program BARUNA, PLN Pulihkan Terumbu Karang Bali Guna Alam Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Jumat, 26 Jun 2026 14:34 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 14:34 WIB

SurabayaPagi, Karangasem – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian l…

Akses Operasi Bibir Sumbing Diperluas, 20 Balita Jalani Tindakan di Surabaya

Akses Operasi Bibir Sumbing Diperluas, 20 Balita Jalani Tindakan di Surabaya

Jumat, 26 Jun 2026 14:29 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 14:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Akses layanan kesehatan bagi anak dengan kelainan bawaan masih menjadi tantangan di sejumlah daerah, terutama bagi keluarga dengan k…