Sebuah sumber di pemerintahan Irak menuturkan, dalam pembicaraan Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi dan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson menyatakan militer Irak akan terus ditempatkan di sejumlah titik utama, khususnya di wilayah perbatasan untuk mencegah adanya aliran minyak ISIS. BAGHDAD, Mohammed Jaber.
Abadi Boris Johnson dilaporkan terlibat perbincangan melalui telepon semalam. Perbincangan itu fokus membahas krisis yang terjadi di Irak, termasuk tentang Kurdi.
"Abadi mengatakan pasukan federal harus mempertahankan kontrol di seluruh wilayah, dan di gerbang perbatasan dimana minyak tersebut diekspor ke Turki. Jika ini tidak terjadi, krisis akan semakin dalam," kata sumber itu, seperti dilansir Anadolu Agency.
Abadi, lanjut sumber itu kemudian mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kurdi (KRG), dan beberapa organ media partisan di Erbil mendorong pembunuhan pasukan Irak.
"Kami sangat mementingkan semua warga Irak untuk tinggal di satu negara dengan damai. Ini tidak terjadi tanpa kekuatan Irak yang kuat, yang akan mencegah situasi memburuk," ungkapnya.
Sementara itu, pada gilirannya Borish menyatakan dukungan negaranya untuk langkah-langkah yang diambil pemerintah al-Abadi, dan mengatakan bahwa dia juga ingin menghubungi Perdana Menteri KRG Nechirvan Barzani mengenai masalah ini. 05
Editor : Redaksi