Rencana menetapkan bahwa hanya unit polisi militer, dan penasihat militer, serta sebuah kontingen yang diperlukan untuk perlindungan fasilitas di Hmeymim dan Tartus akan tetap berada di Suriah. Selebihnya akan dipulangkan secara bertahap ke Rusia. MOSKOW, Yuri Kowalsky.
Rusia dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk pengurangan kehadiran militernya di Suriah. Rencana ini muncul di tengah keberhasilan pasukan pemerintah Suriah dalam perang melawan teroris.
Seorang sumber di pemerintahan Rusia menuturkan pihaknya juga mungkin akan menarik sebagian jet tempur yang beroperasi di Suriah. "Namun sistem pertahanan udara akan tetap berada di Suriah," ucap sumber tersebut.
"Bagaimanapun juga Presiden Rusia, yang juga merupakan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Vladimir Putin akan membuat keputusan akhir," sambungnya, seperti dilansir Sputnik.
Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan keputusan semacam ini tidak akan diumumkan kepada publik. Sedangkan Kementerian Pertahanan Rusia telah membantah informasi ini, dan mengatakan bahwa tidak ada rencana untuk mengurangi kehadiran militer Rusia di Suriah. 07
Editor : Redaksi