Prostitusi Tante Muda di Surabaya

Layani Threesome, Digerebek di Pop Hotel

surabayapagi.com
Gempuran gadget murah meriah, memudahkan setiap penggunanya untuk membuat akun media sosial (medsos). Medsos itupun, dipakai penggunanya untuk berbagai kepentingan. Mulai bisnis terbuka, sekedar berteman hingga bisnis terselubung seperti prostitusi. Di kota besar sekelas Surabaya, bisnis prostitusi terselubung tak bisa dipungkiri semakin tumbuh subur. Sebab di Surabaya, bisnis itu secara tidak langsung terdukung hotel-hotel sort time yang semakin menjamur di Surabaya. ------------- Laporan : Narendra Bakrie ------------- Terbaru, bisnis esek-esek online kembali dibongkar Unit PPA (perlindungan perempuan dan anak) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Seorang janda muda ditangkap setelah menjual temannya, yang juga janda muda, melalui media sosial facebook. Keduanya bahkan digerebek dalam keadaan bugil (telanjang bulat) saat melayani pria hidung belang bersama-sama. Layanan itu lazim disebut threesome. "Penggerebekan kami lakukan di kamar 302 Pop Hotel Jalan Diponegoro Surabaya, pada Senin (30/10/2017) malam, sekitar pukul 19.30 Wib. Dua wanita dan seorang pria kami amankan ke kantor untuk kita mintai keterangan," sebut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela, Selasa (31/10/2017). Dari hasil pemeriksaan itulah diketahui bahwa sang mucikari bernama Fitradani Dewi Sartika, wanita 27 tahun yang tinggal di Jalan Wonorejo II Surabaya. Sedangkan wanita yang dijualnya adalah DP (27) asal Surabaya. Keduanya diketahui merupakan janda muda. Sedangkan pria hidung belang yang memakai jasa threesome tersebut berasal dari luar kota. Fakta bahwa Dewi menjadi mucikari terungkap saat penyidik mengamankan menyita dua lembar bill hotel, uang tunai sebesar 500 ribu, satu HP merek Xiaomi warna gold dan Sim Card dan HP merek Samsung warna Gold dan Sim Card. "Barang bukti itu kami amankan bersama penggerebekan. Mucikari (Dewi, red) itu menjajakan korban (DS, red) meluli akun facebook dari HP mucikari yang kami sita," beber AKBP Leonard. Terbongkar, Dewi melalui akun facebook Zee Dewi Iba II miliknya, mengunggah foto dan nomor HPnya. Dalam update status itu, dirinya menulis jika bisa melayani hubungan seks. Darisanalah, Dewi kemudian mendapat pemesan jasanya. Komunikasi Dewi dengan pria pemesan, kemudian dilanjut melalui chatting whatsapp (wa). Setelah dealing harga, Dewi mengantarkan DS menuju Pop Hotel, yang sudah dibooking pria pemesan tadi. Dalam praktiknya kali ini, Dewi memasang tarif 700 ribu sekali kencan. Dia mendapatkan 200 ribu, sedangkan DS menerima 500 ribu. Namun, selain menerima fee 200 ribu, Dewi bisa menikmati kehangatan seksual. Sebab Dewi juga ikut serta melayani nafsu sang pria hidung belang tersebut. "Nah sebelumnya (Minggu, 29/10/2017), mucikari (Dewi, red) ini telah berhasil menjual korban DS di Hotel Metro Jalan Kedungsari Surabaya. Tarifnya sama, 700 ribu diluar biaya booking hotel. Tapi kami menduga, praktik ini sudah berlangsung lama," tegas AKBP Leonard. Sementara itu, Dewi berdalih, jika perbuatan yang dilakukannya itu atas kesepakatan bersama antara dirinya dan DS (korban). Dewi mengaku, DS merupakan temannya. "Kami sama-sama menjanda. Jadi kami sama-sama membutuhkan uang untuk menghidupi anak-anak kami," aku janda muda berambut lurus ini. Kendati begitu, Dewi sudah tidak bisa terhindar dari jeratan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Sebab dialah yang menawarkan DS. Setelah itu, dia juga mengambil keuntungan dari tarif yang dipatok untuk DS. "Saya menawarkan layanan threesome, semata-mata untuk melampiaskan nafsu saya yang memang tidak setiap hari bisa tersalurkan. Bagaimana lagi, saya ini janda," tutup Dewi. n

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru