Menteri Saudi untuk urusan Teluk, Thamer al-Sabhan menyatakan keheranan atas sikap Lebanon yang membebaskan Hizbullah untuk melakukan aksinya, termasuk operasi di perbatasan dan di wilayah Suriah. RIYADH, Mohammed Jaber.
Arab Saudi melemparkan kritikan tajam terhadap Lebanon terkait dengan Hizbullah. Saudi mengkritik siap diam pemerintah Lebanon terhadap aksi-aksi yang dilakukan oleh Hizbullah, yang menurut Riyadh dapat memberikan ancaman kepada Saudi.
"Tidak aneh jika milisi teroris Hizbullah ikut dalam perang melawan kerajaan Saudi berdasarkan arahan penguasa terorisme global, yaitu Iran," kata Sabhan dalam sebuah pernyataan.
"Yang aneh adalah keheningan pemerintah dan masyarakat Lebanon mengenai hal ini," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency.
Saudi, sama halnya dengan Amerika Serikat (AS), yang memasukkan Hizbullah ke dalam daftar hitam terorisme dan menilainya sebagai kepanjangan tangan Iran untuk menyebarkan pengaruhnya di kawasan Timur Tengah.
Di Lebanon sendiri, Hizbullah adalah gerakan yang cukup disegani dan memiliki pengaruh kuat. Bahkan, perwakilan Hizbullah saat ini berada di dalam Parlemen Lebanon. 05
Editor : Redaksi