SURABAYAPAGI, Jakarta- Data demografi menunjukkan, penduduk Indonesia antara tahun 2020 – 2035, akan menikmati suatu era langka yang disebut bonus demografi. Pada saat itu, jumlah usia produktif diperkirakan berada pada grafik tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 64�ri total jumlah penduduk Indonesia.
“Tetapi jumlah besar tersebut tak berarti apa-apa bila tidak ditunjang pemuda kreatif. Memiliki pemikiran yang mendalam serta punya gagasan untuk memakmurkan dan menyejahterakan bangsanya,” ujar Wisler Manalu, saat memberi arahan pada acara ‘Pemilihan Wirausaha Muda Pemula Berprestasi dan Penggerak Wirausaha Muda Berprestasi Tahun 2017’, di Arion Swiss-Belhotel Kemang Jakarta Selatan, kemarin.
Urai Asisten Deputi Kemitraan dan Penghargaan Pemuda, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI ini, pengembangan kewirausahaan pemuda adalah salah satu upaya Pemerintah membangun kepemudaan.
“Ajang ini bukan mencari siapa menjadi juara, tetapi bagian dari menjalankan amanat Undang-Undang No. 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan. Bertujuan mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan pemuda, sekaligus menjawab tantangan di masa depan khususnya menyambut MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN),” kata Wisler.
Event pemilihan Wirausaha Muda Pemula Berprestasi dan Penggerak Wirausaha Muda Berprestasi Tahun 2017 ini, sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke-89 dengan tema acara “Pemuda Indonesia Berani Bersatu.”
Acaranya ini diikuti 50 orang wirausahawan, yang dibagi ke dalam empat kategori Wirausaha Muda Berprestasi, dan satu kategori Penggerak Wirausaha Muda Berprestasi, masing-masing kategori terdiri dari 10 orang peserta lomba.
Terpilih sebagai Pemenang Lomba Penggerak Wirausaha Muda Berprestasi, Juara Pertama, I Made Artana, dari Provinsi Bali, Juara Kedua, Sahabuddin, dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Juara Ketiga, Bachtiar Baso, dari Provinsi Sulawesi Selatan.
Untuk Pemenang Lomba Wirausaha Muda Pemula Berprestasi, Bidang Usaha Pertanian dan Kelautan, Juara Pertama diraih, Aang Permana, dari Provinsi Jawa Barat. Bidang Usaha Industri Pangan dan Jasa Boga, Juara Pertama, Nur Pajriyah Ulfa, dari Provinsi Jawa Barat. Bidang Usaha Perdagangan dan Jasa, Juara Pertama, Scholastica Wahyu Pribadi, dari Provinsi DI Yogyakarta. Bidang Usaha Industri Pangan dan Jasa Boga, Juara Pertama Dewi Arum Muqaddimah, dari Provinsi Jawa Timur.
Mereka yang terpilih diharapkan dapat menjadi ikon keberhasilan. Memicu minat berwirausaha dikalangan pemuda. “Dengan demikian dapat menyerap tenaga kerja. Tercipta lapangan kerja baru. Berimbas pada pertumbuhan ekonomi secara Nasional dan menjadi kebanggaan pemuda Indonesia dalam percaturan bisnis global,” ujar Wisler.
Melalui acara ini, Pemerintah mengharapkan pemuda dapat lebih berprestasi, serta mampu mengelola usahanya hingga tumbuh dan berkembang menjadi usaha mandiri berdaya saing. “Membangun image positif dan menghapus stigma takut gagal dalam berwirausaha. Muncul semangat dan keyakinan dalam menjalankan usaha sebagai pilihan karir,” ujar Wisler.ds
Editor : Mariana Setiawati