IDI Nyatakan Sikap Atas Kasus Kekerasan Dokter di Sampang

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Jawa Timur mengadakan jumpa pers untuk pernyataan sikap terkait peristiwa penganiyaan salah satu dokter internship di RSU Daerah Sampang yang dikabarkan bernama Sulis, Jum'at (3/11). Peristiwa yang terekam kamera cctv itu memperlihat pria bernama Abdullah Hidayat warga Sampang Madura yang menjabat sebagai Ketua Asosiasi Kepala Desa Sampang sedang menjambak seorang. Poernomo Budi selaku ketua umum IDI memaparkan kronologi kejadian tersebut bermula dari ketidakpuasan Abdullah Hidayat terhadap penanganan dokter saat menangani ayahnya yang menderita penyakit batu ginjal, menurutnya pelaku merasa ayahnya tidak ditangani dengan baik hingga akhirnya Abdullah Hidayat merasa kesal dan melakukan penyerangan. Terkait kasus kekerasan terhadap seorang dokter di RSUD Sampang, Budi Poernomo dan beberapa anggota IDI yang lainya melakukan 5 pernyataan sikap yang di saksikan langsung oleh awak media, ke lima penyataan sikap itu ialah 1. Menyesalkan atas terjadinya peristiwa kekerasan fisik dan psikis pada 22 Oktober 2017 yang terjadi saat seorang dokter di IGD RSUD Sampang yang sedang melaksanakan kegiatan profesi menolong pasien. 2. Mendesak dilaksanakan investigasi oleh kepolisian atas peristiwa kekerasan tersebut. Adanya tindakan pidana pada peristiwa ini harus dilakukan penegakan hukum sebagaimana mestinya. 3. Mendesak upaya yang nyata agar dokter khususnya di Kabupaten Sampang dapat melaksanakan tugas profesi secara kondusif, dengan jaminan tertulis dari Bupati Sampang dan unsur FORPIMDA. 4. Atas peristiwa di Sampang tersebut perlu diadakan evaluasi secara menyeluruh program intership. 5. Perlunya disusun regulasi perlindungan hukum bagi dokter dalam melaksanakan tugas profesinya. Lima pernyataan sikap tersebut disampaikan oleh Poernomo Budi di Gedung IDI wilayah Jawa Timur. "Kami mengharapkan kasus ini tidak terulang lagi, di manapun itu," ujar Poernomo Budi, Dia menuturkan kasus yang terjadi di RSUD Sampang tersebut merupakan kasus pertama yang terjadi di Jawa Timur. Byob

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru