4 Hal Penyebab Perut Mules Setelah Olahraga

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com-Jakarta, Pernahkah Anda merasa ingin buang air besar saat berolahraga padahal belum mengonsumsi makanan apapun? Kondisi itu tentu membuat Anda bingung, antara melanjutkan latihan atau pergi sebentar ke toilet. Masalah pencernaan pada pertengahan atau setelah latihan adalah hal yang wajar. Sebab beberapa gerakan latihan memengaruhi sistem pencernaan tubuh. Melansir dari Health, Jumat (3/11/2017), ahli nutrisi olahraga Nancy Clark, RD memberikan penjelasan mengapa olahraga dapat memicu keinginan buang air besar; Terjadi dehidrasi Saat berolahraga dengan keras, tubuh pasti mengeluarkan keringat yang cukup banyak. Jika cairan yang keluar tidak digantikan, maka akan terjadi dehidrasi. Kondisi ini mengakibatkan sejumlah masalah kesehatan salah satunya adalah konstipasi. Untuk menghindari hal ini, jangan lupa untuk sesering mungkin minum selama olahraga agar tubuh tetap terhidrasi. Konsumsi makanan yang salah Idealnya bila Anda ingin makan sebelum berolahraga dilakukan dua jam sebelumnya. Makanan yang dikonsumsi pun harus yang mengandung serat tinggi seperti sayur atau buah. Porsinya juga tidak boleh berlebihan karena bisa menyebabkan gas, kram, atau dorongan untuk membuang kotoran. Makanan yang sebaiknya dimakan sebelum berolahraga adalah pisang, granola bars, oatmeal, atau roti panggang dengan selai kacang. Usus semakin banyak bergerak Semakin banyak gerakan yang dilakukan saat berolahraga, semakin banyak pula usus bergerak. Gerakan tersebut akan memengaruhi pencernaan karena membantu memindahkan isi makanan, gas, dan kotoran di sepanjang saluran pencernaan. Hal itu membuat sisa makanan lebih cepat sampai di usus besar dan siap untuk dibuang. Inilah salah satu alasan mengapa dokter sering menganjurkan pasien sembelit kronis untuk rajin melakukan olahraga. Lakukanlah gerakan yang lebih stabil agar kemungkinan rasa ingin buang air besar lebih kecil. Aliran darah berubah Saat berolahraga, tubuh memusatkan sebagian besar aliran darah ke otot sehingga sistem pencernaan menjadi prioritas yang lebih rendah. Apalagi jika gerakan yang dilakukan terlalu diforsir. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya diare bila tidak dikontrol. Diare seringkali terjadi pada pelari pemula yang umumnya langsung memaksakan diri untuk berlari cepat padahal belum terbiasa. Sebaiknya bagi para pelari pemula peningkatan kecepatan dilakukan secara bertahap. Sebab bila terus dipaksakan bisa terjadi sindrom iritasi usus besar atau penyakit Crohn. Jadi sebelum olahraga anda dapat mencegah hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan atau makanan apa saja yang boleh dimakan dan yang tidak boleh dimakan. Semoga bermanfaat bagi Anda. Iy/lnd

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru