SURABAYAPAGI.com, Kediri - Memperingati hari santri PCNU Kota Kediri bersama Walikota Kediri menggelar tradisi santri berupa santunan dan liwetan di Kantor PCNU Kota Kediri, Jumat (3/11/2017). Acara liwetan ini dimeriahkan dengan makan bersama dalam satu wadah. Ketua PCNU Kota Kediri, Abubakar Abdul Jalil mengatakan, acara liwetan tersebut memiliki dua arti pada kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, Liwetan bakal digelae tiap tahun. "Liwetan ini memiliki filosofi sendiri yakni lambang kebersamaan dan persamaan," ujarnya. Ia menambahkan, arti kebersamaan pada liwetan yaitu saat dimana kita makan bersama tanpa memandang umur. Intinya pada kebersamaan antar kita semua. Bahkan, untuk membangun bangsa harus diawali dengan rasa kebersamaan. Dan kedua, arti persamaan yakni saat kita semua memiliki hak yang sama dihadapan tuhan. Jadi diantara kita itu sebenarnya tidak ada yang istimewa. Sebanyak 1.009 pengurus PCNU se Kota Kediri mulai dari ranting hingga cabang berkumpul di Kantor Sekretariat PCNU Kota Kediri. "Kali ini karena kita ada donatur jadi tidak hanya liwetan tapi kita berikan acara santuan juga pada kaum yang membutuhkan," tambahnya. Sementara itu, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa peringatan hari santri adalah hal yang luar biasa dan sangatlah tepat untuk diselenggarakan. "Jika kita lihat di zaman perjuangan, banyak kyai dan santri yang ikut membantu tentara dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tentara tidak berjuang sendiri, mereka dibantu oleh santri," ucapnya. Mas Abu berharap semangat juang para santri yang telah ada sejak zaman dahulu, dapat menjadi sebuah semangat baru untuk para santri masa kini berjuang menjaga NKRI. "Semoga nantinya akan banyak santri-santri Kota Kediri yang menjadi anggota TNI," tandasnya. Mas Abu juga berharap generasi penerus bangsa dapat tumbuh dengan akhlak yang baik. Untuk itu koordinasi dengan PCNU dan ponpes di Kota Kediri dapat terjalin dengan baik. Dengan koordinasi yang terjalin dengan baik ini memberikan kontribusi positif bagi Kota Kediri. Dibuktikan dengan laporan BPS terkait Index Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri yang jauh diatas IPM Provinsi dan Nasional. "Tingginya IPM ini tidak lepas dari peran ponpes-ponpes di Kota Kediri yang memberikan pendidikan karakter dan kesalehan sosial yang baik kepada masyarakat Kota Kediri," ujarnya. Dalam kesempatan itu pula, LazisNU Kota Kediri menyampaikan santunan kepada 100 orang duafa dari 3 kecamatan, santunan kepada 15 orang disabilitas, 10 paket beasiswa pendidikan untuk 1 tahun ajaran dan tas untuk siswa MI NU Kecamatan Pesantren. Can
Editor : Redaksi