SURABAYAPAGI.com-Riyadh, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz mengambil keputusan penting terkait reformasi dalam kerajaan. Pada Sabtu 4 November 2017, Raja Salman memecat sejumlah petinggi kerajaan, di antaranya seorang pangeran yang menjadi kepala National Guard.
Tak hanya itu, sang raja juga memecat menteri ekonomi dan mengumumkan komite baru khusus anti-korupsi. Raja Salman kemudian menunjuk Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman sebagai kepala komite khusus anti-korupsi tersebut.
Al-Arabiya news channel juga melaporkan, 11 pangeran dan puluhan mantan menteri ditahan. Langkah itu diambil pasca-temuan dari lembaga anti-korupsi baru tersebut.
Mengutip dari Associated Press pada Minggu (5/11/2017), dewan ulama tertinggi kerajaan mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa ini adalah kewajiban Islam untuk memerangi korupsi - yang pada dasarnya memberi dukungan religius kepada penangkapan sejumlah petinggi kerajaan.
Pemerintah mengatakan bahwa komite anti-korupsi memiliki hak untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan, memberlakukan pembatasan perjalanan dan membekukan rekening bank. Komite juga dapat melacak dana, mencegah transfer dana atau likuidasi aset dan melakukan tindakan pencegahan lainnya sampai kasus diajukan ke pengadilan.
Warga Arab Saudi telah lama mengeluhkan korupsi yang merajalela di pemerintahan dan dana publik yang disia-siakan atau disalahgunakan oleh orang-orang yang berkuasa.
Putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman berusia 32 tahun itu telah berusaha menarik investasi internasional yang lebih besar dan memperbaiki reputasi negara tersebut sebagai tempat berbisnis.
Upaya ini adalah bagian dari usaha yang lebih besar bagi Arab Saudi untuk melakukan diversifikasi ekonomi dari ketergantungan pada pendapatan minyak. Iy/lp
Editor : Redaksi