SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Hingga awal November 2017, Khofifah Indar Parawansa, yang digadang-gadang sebagai Bakal Calon Gubernur (bacagub) Jawa Timur, masih belum tegas, siapa yang akan digandengnya sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur (bacawagub) Jawa Timur. Padahal, Gus Ipul yang disebut-sebut sebagai pesaing utama Khofifah, saat ini telah memiliki Azwar Anas sebagai Cawagub melalui koalisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, Minggu (6/11/2017) semalam, sekitar pukul 19:30 WIB, Khofifah dipastikan langsung setel gigi persneling dari gigi 2 ke gigi 4. Dari lamban, Khofifah langsung ancang-ancang gas cepat, untuk segera deklarasi pada bulan November 2017 nanti. Bahkan, nama bacawagub untuk Khofifah sudah mengerucut dua nama, dan disetujui oleh Khofifah. Berikut laporan yang dirangkum oleh tim wartawan Surabaya Pagi, hingga Minggu (5/11/2017) malam pukul 21:00 WIB.
Laporan: Ibnu F Wibowo, Riko Abdiono; Editor: Raditya M. Khadaffi
Minggu malam tadi, Pimpinan Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifudin Chalim ditemui para wartawan termasuk wartawan Surabaya Pagi, usai rapat tim 9 di kediamannya Jl Siwalankerto Utara I. Ia mengatakan sudah ada kemajuan yang signifikan dari pertemuan tersebut. Yakni membahas lebih detail dan juga rekam jejak 10 calon wakil gubernur Jatim yang akan disandingkan dengan Khofifah. Dari 10 nama itu sudah diperas tinggal beberapa saja. “Dari 10, Alhamdulillah sekarang sudah mengerucut dua nama,” sebut Kyai Asep, Minggu malam tadi. Para tokoh yang hadir bersama Khofifah itu antara lain, KH Suyuti dari Banyuwangi, KH Hisyam dari Banyuwangi, KH Afifudin (Situbondo), Hj Lily Wahid (Jakarta), KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah), KH Mas Mansur, Bu Nyai Mahfudoh Ali Ubaid, Bu Nyai Hasyim Muzadi, Bu Masruroh Wahid (Ketua PW Muslimat NU) dan Prof Fathoni.
Sayangnya, Kyai Asep tidak diperkenankan menyebut nama-nama tersebut dengan alasan untuk menjaga keharmonisan dengan partai-partai pengusung. “Kami sepakat memang tidak boleh disebut namanya dulu. Tetapi insya Allah minggu depan, tidak sampai hari minggu lagi (12/11), insya Allah sudah ditentukan satu nama,” ujar mantan Ketua PCNU Kota Surabaya ini.
Kyai Asep mengatakan, dua nama yang sudah disepakati tim 9 dan Khofifah Indar Parawansa ini akan dibawa ke partai-partai pengusung. “Dua nama itu akan dimintakan persetujuan daripada seluruh partai pengusung untuk disepakati satu nama saja,” terang Kyai alumni Sidoresmo ini. “Jadi tinggal selangkah lagi,” sahutnya.
Secara tersirat, Kyai Asep sempat memberikan gambaran cawagub pendamping Khofifah. Yakni bisa dari birokrat bisa juga politisi, bisa mataraman bisa bukan mataraman. Pilihannya adalah sosok yang tidak sekedar bisa mendampingi, tapi mereka yang mampu menambah dulangan suara dari yang dimiliki Khofifah. “Bisa Birokrat, bisa Politisi. Bu Khofifah senang dengan dua-duanya. Artinya akan bisa kerja sama dengan dua-duanya,” yakin Kyai Asep.
Keyakinan Kyai
Bagaimana dengan soal Pengalaman atau track record cawagub? Kyai Asep menuturkan, semua para Kyai dalam rapat Minggu sore kemarin sudah membentangkan rekam jejaknya kemudian mengerucut dua nama. Hal inilah yang membuat rapat menjadi cukup lama, mulai dari jam 12.30 sampai 17.30 WIB. “Langkah semacam ini akan memberikan kekuatan bagi kita, kesatuan semakin kuat. Bil ijtihad yunaatul murod. Sehingga bu Khofifah jadi Gubernur Jatim bisa betul-betul terwujud,” tuturnya.
Bagaimana dengan syarat dari Partai Demokrat bahwa cawagub harus punya KTA Demokrat? Menurut keyakinan tim 9, dua nama ini akan bisa diterima oleh partai politik pengusung termasuk Demokrat. “Soal KTA (Demokrat), hal itu pasti ada jalan keluar. Karena ini sinar yang tengah menyingsing bagi masyarakat Jawa Timur menuju adil dan makmur. Insya Allah partai-partai pengusung bisa menerima semua,” jelasnya.
Apakah cawagub itu adalah Emil Dardak, karena sudah banyak bertebaran baliho Khofifah dan Emil Dardak di sejumlah ruas jalan Surabaya dan Sidoarjo. Menurut Kyai Asep hal itu sah dan wajar. Kalau nanti itu (Khofifah-Emil) yang dideklarasikan ya lanjut. Tapi kalau ternyata tidak, maka yang dilanjutkan adalah yang sudah di deklarasikan. “Saya tidak bisa menjawab apakah Emil atau bukan, kita tidak akan mengambil jauh dari survei, tidak sampai nomor urut lima dari hasil survei cawagub yang kita terima,” jawabnya ketika di desak siapa saja dua nama calon pendamping Khofifah.
Segera Mundur Mensos
Sementara, Khofifah memberi sinyal akan segera mundur dari kursi menteri dan segera mendeklarasikan diri untuk maju di Pilgub Jatim 2018. "Karena sudah terlalu banyak yang bertanya, baik itu secara langsung, atau melalui pesan pendek, maupun melalui kawan, apakah saya jadi maju di Pilkada Jatim. Tadi malam (Sabtu malam, red) rasanya saat yang tepat untuk mengumumkan bahwa saya insya Allah siap maju dalam Pilkada Jatim 2018," katanya, di Pondok Pesantren (Ponpes) Ammanatul Ummah, Surabaya, Minggu (5/11/2017).
Pernyataan resmi Khofifah terkait pencalonannya di Pilkada Jatim 2018 itu pertama kali disampaikan pada acara istighosah yang berlangsung di Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (4/11/2017) malam. "Hari ini (Minggu siang kemarin, red) adalah yang kedua di Ponpes Ammanatul Ummah Surabaya, saya kembali menegaskan bahwa saya sudah siap maju di Pilkada Jatim. Dengan begitu pertanyaan sebagian masyarakat sudah terjawab dan sekalian saya mohon dukungan dan doa restu," ucapnya.
Setelah menghadiri istighosah di Ponpes Ammanatul Ummah Surabaya, Khofifah juga menyatakan menghadiri istighosah di Kabupaten Sidoarjo. "Agenda saya banyak bertemu dengan komunitas di Surabaya dan Sidoarjo. Saya rasa inilah saatnya menyampaikan kepada masyarakat di berbagai komunitas itu terkait pencalonan diri saya di Pilkada Jatim 2018, sekaligus minta dukungan dan doa restu," katanya.
Khofifah memastikan akan segera menghadap Presiden Joko Widodo untuk melaporkan pencalonan dirinya di Pilkada Jatim 2018 setelah mendapat pasangan cawagub. "Tidak mungkin saya melapor separuh-separuh kepada Presiden. Pastilah satu paket setelah sudah mendapatkan cawagub baru akan melapor Presiden," ujarnya. ? ifw/rko/rmc
Editor : Redaksi