SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Rencana buruh Surabaya akan ke Jakarta dalam rangka penetapan upah minimum regional, pada tanggal 21 November mendatang. Jelang penetapan tersebut, Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menggelar silaturahmi dengan pimpinan Serikat pekerja dan buruh di wilayah Jawa Timur.
Dalam agenda pertemuan yang dikemas diskusi santai itu, Kapolda memberikan penekanan bahwa buruh atau pekerja diminta untuk bisa ikut menjaga kondusivitas situasi keamanan di Jatim.
"Dengan pertemuan ini, kami mendengarkan apa yang dikeluhkan para buruh. Kami juga tetap akan membantu pengamanan jika ada unjuk rasa," jelas Kapolda, Selasa (7/11).
Dalam menjaga keamanan dan menyelesaikan perselisihan, kata Kapolda, ada pihak regulasi yakni pemerintah yang menjembatani. Terkait penetapan upah sudah diputuskan Provinsi dan penetapan UMK pada tanggal 21 November diharapkannya bisa ada titik temu.
Kapolda juga meminta para buruh untuk tidak berunjuk rasa ke Jakarta. Pihaknya berharap, para buruh tetap menyalurkan aspirasinya di Surabaya dan Jawa Timur. Polisi berjanji akan menjaga aksi tetap aman dan damai.
"Di Jatim ini ada 40 juta penduduk jadi tidak perlu lagi sampai demo ke Jakarta. Cukup di Surabaya di Jawa Timur dan menjaga aksi tetap aman dan kondusif saat menyampaikan aspirasi," ujarnya.
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Jatim, Ahmad Fauzi mengapresiasi upaya Kapolda Jatim mengajak serikat pekerja dan buruh bersilaturahmi.
"Memang diperlukan dialog di tengah konflik pekerja dan pengusaha. Namun kita tidak boleh alergi dengan unjuk rasa," kata Fauzi.
Adapun unjuk rasa, ujar dia, menjadi langkah terakhir jika tidak ada kesepakatan. Namun ia juga menegaskan aksi unjuk rasa di Jatim tetap harus berjalan kondusif dengan mengedepankan dialog di tengah konflik. nt
Editor : Redaksi