Lembaga IT Riset Politik (iPOL) Indonesia menyebut nama Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai pendamping Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2018. "Dari hasil riset yang kami lakukan, Emil Dardak namanya menguat mendampingi Khofifah," ujar CEO Lembaga iPOL Indonesia Petrus Hariyanto ketika dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (7/11).
Sebagai salah satu perusahaan di Indonesia yang fokus melakukan monitoring dan analisa pergerakan politik, iPOL Indonesia kali ini secara khusus mengeluarkan laporan eksklusif kepada media terkait pergerakan setiap kandidat, termasuk siapa calon terkuat wakil Khofifah.
Menggunakan Teknologi Politik Big Data iPOL Media Monitoring yang melacak tren pemberitaan media berdasarkan indeks, sentimen, influencer, passion, tone dan sebaran pemberitaan di berbagai daerah, menunjukkan posisi Emil Dardak menguat dengan probabilitas 38,9 persen.
Kemudian, disusul Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni di peringkat kedua dengan poin 37,6 persen, kemudian Hasan Aminuddin dengan probabilitas 33,7 persen. "Tone pemberitaan positif tentang Emil Dardak terus menguat karena ditopang oleh para influencer melalui statement di media massa," ucapnya.
Riset yang dilakukannya memantau pemberitaan dan pergerakan isu dan manuver politik terkait Pilkada Jatim di 2.550 media daring dan 190-an media massa dan obrolan di sosial media. "Sentimen positif ini menjadi indikator bahwa Emil Dardak layak menjadi wakil Khofifah. Tapi, ada tone negatif terkait Emil yang dilontarkan petinggi PDIP bahwa suami artis Arumi Bachsin itu hendaknya memegang janji untuk mengabdi di Trenggalek hingga habis masa jabatannya," ujarnya.
Tren negatif itu, lanjut dia, cukup signifikan dan sentimen negatif yang dikeluarkan petinggi PDIP ini bisa saja dijadikan justifikasi oleh tim yang diketuai Kiai Asep untuk mencoret nama Emil Dardak.
Tingkatkan Nilai Tawar
Lalu bagaimana dengan analisis pengamat politik? Dosen Fisip asal Unesa Agus Mahfud menilai selama ini Khofifah masih kalah dengan partai-partai yang berada di gerbong bakal koalisinya. Karena, masing-masing partai hingga saat ini masih menganggap layak untuk mengajukan kadernya sebagai Cawagub bagi Khofifah.
"Demokrat misalnya, masih sangat ingin memasukkan internal kader maupun eksternal untuk posisi tersebut. Begitu juga dengan Golkar dan Nasdem. Ini Khofifah harus menunjukkan nilai tawarnya sebagai Cagub. Tidak boleh kalah," kata Agus Mahfud, Selasa(7/11).
Khofifah, menurut Agus, seharusnya mampu memilih sendiri wakilnya dan tidak hanyut dalam desakan partai-partai yang berada di gerbong bakal koalisinya. "Pemilihan Cawagub, seharusnya berdasarkan figur yang turut mampu mengangkat namanya dan memperoleh kemenangan," jelasnya.
Agus, lebih lanjut menjelaskan tentang kekuatan masing-masing Emil dan Ipong. Menurutnya, pusat kekuatan kedua tokoh tersebut justru bukan berdasarkan pada partai yang berada di belakang mereka. "Emil misalnya, ini kan figur segar yang berprestasi dan juga public figure. Pengaruh dari ketenaran istrinya juga kuat. Sementara, Ipong ini juga punya kekuatan di sisi materi. Keduanya juga mataraman. Itu lah kekuatan utama dari kedua tokoh tersebut. Tinggal bagaimana Khofifah untuk memilih pada akhirnya nanti," tegas Agus. n ifw/rko
Editor : Redaksi