SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Paving berbahan limbah kulit kerang hasil produksi kelompok nelayan di Kedung Cowek, Kenjeran, Surabaya, ternyata menyedot perhatian sejumlah kalangan. Salah satunya adalah tokoh pemuda asal Jakarta, Andy Budiman. Gencarnya pemberitaan di media, membuat Andy tertarik. Apalagi, kreatifitas para nelayan tersebut mampu mengurangi limbah kulit kerang hingga 40 persen.
"Ini salah satu terobosan baru yang layak mendapat apresiasi semua kalangan. Apalagi, disamping mampu membantu perekonomian para nelayan juga bisa mengurangi limbah kulit kerang hingga 40 persen," ujarnya saat melihat langsung produksi paving, Minggu (12/11/2017).
Andy yang juga salah satu bakal calon legislatif (caleg) dari PSI (Partai Solidaritas Indonesia) ini berjanji akan menghubungi para koleganya di berbagai kota untuk membantu pengembangan produksi dan cakupan pemasaran. Apalagi, paving yang berbahan kulit kerang memiliki ciri khas. Yaitu tampilannya berupa kulit kerang, nampak utuh dipermukaan paving. Sehingga bisa mempercantik halaman rumah maupun jalan.
"Saya belum pernah melihat produk paving seperti hasil kreativitas para nelayan ini. Karya mereka perlu untuk dipatenkan," tegas Andy.
Produksi paving limbah kerang tersebut sebenarnya baru dimulai sekitar 3 bulan terakhir setelah para nelayan mendapatkan pelatihan dari mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Sejak itulah para nelayan mulai memproduksi secara masal dengan harga 100 ribu permeter berisi 10 unit paving.
Sementara itu, Iksan, ketua Paguyuban Nelayan setempat mengatakan kendala utama alat mesin yang terbatas sehingga produksi juga terbatas sehingga hanya mampu memproduksi 40 buah paving setiap hari yang dikerjakan oleh 15 orang nelayan.
Menurut Iksan, untuk penjualan masih fokus di kota Surabaya, karena khawatir tidak mampu memenuhi pesanan akibat terbatasnya mesin produksi. "Kita khawatir tidak mampu memenuhi pesanan jika promosi sampai keluar kota akibat peralatan yang terbatas," tandasnya. (Bkr)
Editor : Redaksi