SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengusulkan agar kabupaten/kota memperbanyak keberadaan pondok kesehatan desa/Ponkesdes. Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan upaya preventif dan promotif.
Menurut Soekarwo dalam satu ponkesdes ini nantinya paling tidak ada satu orang bidan dan dua orang perawat. Berdasarkan data yang ada, dari 5700 total pondok bersalin desa/polindes baru 3.213 yang menjadi ponkesdes. Ponkesdes ini merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah
“Ibu-ibu PKK yang hadir disini harus mendorong bupati/walikotanya agar mau membentuk ponkesdes. Jika polanya masih kuratif seperti sekarang, maka BPJS juga akan keberatan menanggung biayanya,” jelasnya, Minggu (19/11/2017).
Leih jauh Pakde Karwo, sapaan Soekarwo mengatakan, dengan adanya ponkesdes maka akan memberi rasa tenang pada masyarakat karena dekat dengan balai kesehatan.Ponkesdes juga merupakan kepanjangan tangan dari puskesmas, sehingga tugas utamanya yakni memberi pengertian tentang pentingnya kesehatan. “Hampir 80 persen orang sakit itu sebenarnya bukan dari fisiknya namun dari psikisnya, sehingga dengan adanya balai pengobatan yang dekat maka akan mampu menekan jumlah orang sakit di suatu daerah,” terangnya.
Wakil Ketua II TP PKK Provinsi Jatim Chairani Yuliati Akhmad Sukardi menyampaikan, kesatuan gerak PKK-KB-Kesehatan dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja, memperluas jangkauan layanan, serta percepatan pencapaian berbagai program khususnya KB. Selain itu, diharapkan melalui kegiatan ini dapat memacu semangat para kader PKK, untuk bersinergi dengan organisasi perangkat daerah dalam membangun kesehatan masyarakat di lingkungannya.
“Partisipasi masyarakat dan semua instansi terkait dalam mensukseskan program KB sangat penting, sehingga pelayanan paripurna KB dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” terangnya. arf
Editor : Redaksi