Pakar: Emil Fresh, tapi….

surabayapagi.com
Duet Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak menjadi pasangan kedua di Pilgub Jatim 2018. Pasangan yang akan diusung Partai Demokrat, Nasdem, Golkar dan Hanura ini akan bertarung melawan duet Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Azwar Anas. Pasangan diusung PDIP dan PKB. Apakah sosok Emil Dardak yang belum genap dua tahun menjadi Bupati Trenggalek, mampu mengangkat elektabilitas Khofifah? Berikut ini analisis pakar politik. ----------- Pakar sosiologi politik asal Unesa, Agus Mahfud Fauzi memandang Khofifah yang memilih Emil Dardak merupakan langkah sangat brilian. Sosok Bupati Trenggalek tersebut, menurut Agus, merupakan sosok yang bisa mendongkrak probabilitas Khofifah menghadapi Gus Ipul dan Azwar Anas. "Karena Emil ini kan merupakan sosok yang bisa meraup suara para pemilih pemula dan milenial. Figur yang segar dan berprestasi itu senjata yang kuat," ujar Agus kepada Surabaya Pagi, kemarin (21/11). Hanya saja, lanjut Agus, konflik yang terjadi di kalangan partai pendukung Khofifah dapat menjadi citra negatif. "Sebab, seharusnya, secara etika politik, yang namanya koalisi seharusnya membicarakan segala sesuatunya dan memutuskannya bersamaan. Ini bisa menjadi citra negatif," jelasnya. Di sisi lain, pengalaman Emil yang kurang dari dua tahun, juga dapat menjadi citra negatif lainnya. "Tapi, itu nanti tergantung bagaimana mereka memolesnya. Mesin partai juga seharusnya dapat bekerja untuk itu," tegasnya. Terpisah, pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura Mochtar W. Oetomo memiliki pendapat sama. Kondisi demikian, menurut Mochtar, menjadikan partai-partai yang sebelumnya gencar disebut bakal membangun poros tengah (PAN, Gerindra, PKS) menjadi kunci kemenangan. "Paslon yang ada sekarang kompetitif. Keduanya sama-sama punya kemampuan yang saling menutupi. Dukungan partai juga seimbang. Pada akhirnya situasi ini membuat posisi poros tengah Gerindra-PAN-PKS menjadi sangat menentukan," jelas Mochtar. Pria yang juga Direktur Surabaya Survey Centre (SSC) menggarisbawahi bahwa sikap politik Gerindra kelak lah yang bakal menjadi penentu kunci kemenangan. "Sebab, Gerindra yang punya basis suara Prabowo tidak bisa diremehkan. Sikap Gerindra akan menentukan pemenang. Jangan lupakan perolehan 47 persen suara Prabowo di Jatim," pungkasnya. n ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru