Upaya DPRD Jatim Agar Kemiskinan di Madura Berkurang

surabayapagi.com
SURABAYA – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Madura masih rendah, bahkan angka kemiskinannya cukup dibilang tinggi. Maka, perlu upaya dari Pemerintah untuk mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Madura dengan memperhatikan empat aspek, sehingga tidak lagi dikenal kepulauan merah. Anggota Komisi E DPRD Jatim, Badrut Tamam mengatakan, banyak aspirasi dari masyarakat Madura terutama pada kelompok muda terkait fenomena terutama di Sumenep dan Pamekasan. Mayoritas anak muda menginginkan ada kelompok entrepreneur muda. Hal ini untuk menghadapi bonus demografi, sehingga perlu ada keseriusan dalam menciptakan lapangan kerja di Desa-Desa. “Menciptakan lapangan kerja tentunya dengan mendorong adanya pemberdayaan ekonomi, home industry, dan ekonomi kreatif,” cetus Badrut Tamam, Kamis (23/11/2017). Badrut memastikan kalau Generasi Muda difasilitasi, dilatih, dan dimodali oleh Pemerintah akan banyak lahir Pengusaha-Pengusaha baru di Desa di tiap Kabupaten. Namun untuk menjadi pengusaha itu tidak hanya butuh modal saja. Tetapi juga butuh difasilitasi untuk tahu produksi, memasarkan sesuatu, dan tahu mendapatkan akses modal dengan mudah. “Maka fokus kita kedepan agar lahir Pengusaha baru yang di dalam usahanya bisa menampung karyawan baru, sehingga angka pengangguran berkurang,” katanya. Aspek kedua adalah pendidikan. Politisi asal PKB itu mengungkapkan, pendidikan tidak dapat dipisahkan untuk meningkatkan IPM. Peningkatan mutu pendidikan dengan perbaikan infrastruktur sarana prasarana sekolah, dan kesejahteraan Guru di Desa-Desa. Menurutnya, di Madura tidak hanya kekurangan guru saja, tetapi juga standar kualitas Guru kurang. Kondisi diperparah lagi dengan kurang layaknya gedung sekolah. Badrut menyebut untuk memajukan pendidikan harus dibaca lengkap, dan melihat dari segala aspek. Mengingat belajar sangat butuh suasana yang nyaman. Maka penyelesaian persoalan masyarakat tidak boleh tunggal, tetapi harus komprehensif. “Tidak hanya fasilitas gedung sekolahnya bagus, tetapi Gurunya tidak bagus. Sebaliknya Gurunya bagus, fasilitas gedung tidak bagus. Tidak hanya fasilitas gedung bagus, tetapi Murid dan Orang Tua tidak ikut mendukung,” terangnya. Sekretaris DPW PKB Jatim ini memastikan kalau semua difasilitasi maka akan ada peningkatan IPM. Mengingat kuncinya orang desa adalah dapat menyekolahkan anaknya, ada penghasilan, dan mendapat kesehatan yang mudah. Badrut berharap agar Pemerintah fokus ke depan untuk memenuhi empat hal, yakni lahirnya entrepreneur baru untuk menciptakan lapangan kerja baru, peningkatan kesejahteraan Guru di Desa dengan fasilitas pendidikan yang cukup, ketersediaan air bersih, dan akses infrastruktur yang memadai. “Kalau diperhatikan semua hal tersebut dengan dibawah pengawasan yang serius dan ketat dari pemerintah, maka Madura tidak lagi menjadi kepulauan merah,” tegas calon Bupati Pamekasan, salah satu kabupaten di Madura ini. rko/**

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru