Risma Pimpin Langsung Pengecekan Area Banjir

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tanpa mengenal Lelah sepulang dari Tallin, Estonia dalam perjalanan 21,5 jam. Risma memimpin langsung upaya perbaikan saluran di Bundaran Dolog, Kota Surabaya untuk menanggulangi banjir, Jumat (24/11) malam. Ia mendarat di Surabaya sekitar pukul 20.00 WIB dan langsung keliling mengecek kondisi banjir. Seolah tanpa merasa jetlag, Risma telaten mengarahkan petugas Dinas PU Bina Marga dan Pematusan untuk memperbaiki saluran di bundaran Dolog. Sejak masih di perjalanan Risma sempat mengganti jadwal pesawat agar bisa dipercepat berangkat ke Surabaya. Kepala Bagian Umum Pemkot Surabaya Wiwiek Widayanti mengatakan perbedaan waktu di Surabaya dengan Estonia hampir 24 jam. "Ibu Wali Kota berangkat dari Tallin pukul 1 siang. Sampai sini baru jam 19.00 an lebih. Langsung bergeser keliling," kata Wiwiek. Rincinya, dari Tallin ke Helsinky harus ditempuh 30 menit. Lalu transit 2 jam Helsinky. Kemudian berangkat ke Doha dengan menempuh waktu 5,5 jam. "Baru setelah itu transit 3 jam di Doha. Dan meluncur ke Jakarta delapan jam. Lalu masih harus transit 2 jam di Jakarta sebelum terbang ke Surabaya selama 1,5 jam, setelah itu Ibu langsung keliling. Belum pulang ke rumah," katanya. Keberadaan Risma di bundaran Dolog pun langsung menarik perhatian warga. Salman, salah satu warga mengaku penasaran. Begitu tahu Risma, ia langsung mengacungkan handphone dan merekam. "Kapan lagi merekam Bu Wali Kota," katanya yang mengaku kebetulan lewat. Risma mengecek sejumlah kawasan yang tergenang seperti di Ketintang, Siwalankerto, juga proyek saluran di bundaran dolog. Dengan balutan jaket tebal dan dilapisi jas hujan, Risma mengajak tim dari Dinas PU Bina Marga dan Pematusan untuk mengecek kondisi saluran. "Tolong ini dibuka salurannya biar bisa lihat aliran airnya," kata Risma pada satgas pematusan. Di lubang saluran tersebut, ternyata air justru kembali ke saluran yang kecil. Tidak ke saluran besar yang sudah dibuatkan box culvert. Tak henti di sana, Risma juga mengecek di saluran yang melintas di bawah Jalan Ahmad Yani. Risma melihat ada beton dan jaringan kabel yang cukup menghalangi aliran saluran. "Itu bukan bagian dari pematusan kan, coba dibongkar," kata Risma. Tak lama, alat berat yang dibawa Dinas PU Bina Marga dan Pematusan pun langsung menggaruk penghambat aliran saluran tersebut. Sontak aksi Risma ini menuai pujian dari warganet. Sejumlah akun facebook mengungkapkan kekagumannya atas etos kerja Risma. sy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru