Banjir di Surabaya Masih Menghantui Warga

Didanai Rp 440 Miliar, Proyek Banjir Dikerjakan Asal-asalan

surabayapagi.com
Banjir merata di Kota Surabaya Jumat (24/11) lalu, masih menyisakan tanda tanya. Pasalnya, Dinas PU Bina Marga dan Pematusan tahun ini mendapatkan dialokasi dana APBD cukup besar, yakni Rp 1,1 triliun, untuk pembangunan infrastruktur. Rp 440 miliar diantaranya untuk proyek pengendalian banjir, seperti pembangunan saluran dan box culvert. Akankah banjir merata itu akan terulang lagi? Mengingat hujan saat ini baru ‘pemanasan’, puncaknya diprediksi terjadi Desember atau Januari 2018. -------------- Laporan : Firman Rachman - Alqomar ------------- Musim hujan datang lagi, Surabaya terendam banjir saat diguyur hujan lebat pada Jumat (24/11) lalu. Padahal hujan turun tidak lebih dari enam jam, namun dampaknya luar biasa. Hampir di setiap ruas jalan dan perkampungan, terdampak luapan air sungai dan saluran yang tak mampu menampung debit air. Karena itulah, wartawan Surabaya Pagi melihat langsung kondisi pembangunan saluran di Kota Pahlawan ini. Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah proyek saluran yang di atasnya dibangun pedestrian di sepanjang jalan Tunjungan. Setidaknya, sejak sekitar bulan Mei lalu, proyek tersebut digarap, namun sampai akhir November ini, belum rampung sepenuhnya. Menurut mandor proyek yang merupakan pelaksana dari CV Calvalary itu mengatakan, lamanya proses pengerjaan lantaran adanya banyak kabel fiber optik milik Telkom yang tertanam di sepanjang jalur pedestrian tersebut. Harusnya, proyek itu rampung tak lebih dari tiga bulan. "Iya mas, yang bikin lama ada kabel fiber optik milik Telkom. Kita minta untuk kerjanya dipercepat tapi mereka tidak bisa. Ada yang sudah kami tutup, kemudian di bongkar untuk membetulkan kabel itu sama mereka," kata Slamet, mandor proyek, ditemui Surabaya Pagi di lokasi proyek, Selasa (28/11) kemarin. Dijelaskan, akhir Desember nanti proyek ini ditarget sudah rampung. Padahal, masih ada beberapa pengecoran yang dilakukan dalam musim hujan ini. Dari pantauan Surabaya Pagi, di dalam gorong-gorong masih terdapat banyak sekali tumpukan karung berisi pasir, secara otomatis, laju air tak dapat mengalir maksimal di sepanjang jalan Tunjungan hingga perkampungan di Tanjung Anom. Selain proyek perbaikan drainase yang ada di jalan Tunjungan, Surabaya Pagi kembali menemui proyek pedestrian dan pelebaran jalan di kawasan Pandegiling. Berbeda dengan kondisi proyek di jalan Tunjungan, proyek di Pandigiling ini tidak terlihat aktivitas pekerja. Sempitnya ruas jalan ditambah dengan beberapa tumpukan box culvert kecil menambah sesak pemandangan di sepanjang jalan ini. Penyumbatan gorong-gorong akibat sampah tentu mengakibatkan ruas jalan dan perkampungan sekitar terdampak genangan dari curah hujan tinggi di Surabaya. Hanya terlihat sebuah lubang besar di ujung jalan ini dekat jembatan penyebrangan yang diberikan marka dilarang melintas. Kondisinya sangat tak sedap dipandang mata. Apalagi, musim penghujan seperti ini, yang dirugikan tentu pengguna jalan, masyarakat Surabaya umumnya dan warga sekitar khususnya. Sementara di jalan Petemon, pengerjaan proyek box culvert sudah selesai. Jalur pedestrian sudah ditutup oleh aspal sekaligus untuk melebarkan jalan di lokasi tersebut. Namun, sisa-sia box culvert yang tak terpakai masih terlihat berserakan dan mengganggu pemandangan warga sekitar baik yang tinggal maupun melintasi jalan tersebut.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru